Pesawat Dimonim Air Hilang Kontak, 8 Orang Tewas dan Anak 12 Tahun Selamat

0
260
PERSEKUTUAN ANGGOTA MUDA (PAM GKI) SE-TANAH PAPUA. MENYAMPAIKAN: TURUT BERDUKACITA ATAS KEHILANGAN CAPTEN PILOT, PUTRA TERBAIK PAPUA. YANG KESEHARIANNYA MELAYANI GEREJA DAN MASYARAKAT DI WILAYAH PEGUNUNGAN. BELIAU MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN PESAWAT DI WILAYAH PEGUNUNGAN BINTANG. DIA JUGA SELAKU KOORDINATOR FLIGHT GEREJA, DIANTARANYA: GKI, GIDI, GJRP, GKII, KINGMI DAN BAPTIS DI TANAH PAPUA. (Facebook Pam GKI Tanah Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pesawat perintis milik Dimonim Air yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8/2018) lalu, itu akhirnya ditemukan jatuh di Gunung Menug, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada Minggu (12/8/2018).

 

Dari 9 penumpang, satu di antaranya selamat dan delapan orang penumpang dinyatakan tewas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengatakan, dari sembilan korban jatuhnya pesawat Dimonim Air yang berhasil dievakuasi ini satu selamat dan delapan lainnya dinyatakan meninggal.

 

Jumaidi yang berumur 12 tahun ini masih hidup, dan saat ini dia sudah mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Oksibil, kata Putu Arga Sujarwadi dalam rilisnya yang disiarkan Humas SAR Jayapura kepada wartawan, Minggu (12/8/2018) kemarin.

 

Sekitar pukul 14.17 WIT, pesawat Dimonim Air itu sempat melakukan komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil. Seharusnya pesawat Dimonim Air itu tiba atau mendarat pukul 14.30 WIT namun pesawat tersebut hilang kontak, lanjutnya.

 

Putu Arga Sujarwadi mengatakan, pesawat naas itu membawa tujuh penumpang dan dua kru pilot serta copilot. Pesawat berangkat dari Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel menuju Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang.

 

Pesawat Dimonim pada pukul 14.30 WIT seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil namun hilang kontak dan berhasil ditemukan Minggu (12/8).

 

Putu Arga Sujarwadi menambahkan, berdasarkan hasil observasi crash site dan proses evakuasi, hanya satu orang dinyatakan selamat. Sedangkan, pilot, copilot dan enam penumpang lainnya dinyatakan meninggal.

 

Jadi, pilot dan copilot serta enam penumpang yang dinyatakan tewas sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan sudah berada di RSUD Oksibil untuk dilakukan identifikasi. Sementara penumpang selamat atas nama Jumaidi yang berusia 12 tahun sudah mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Oksibil, imbuhnya.

 

Para penumpang, lanjut kata Putu Arga Sujarwadi, yang selamat langsung diterbangkan ke Jayapura. Sebab, penumpang Jumaidi (12) perlu mendapatkan penanganan trauma pasca kejadian tersebut. Sedangkan untuk pilot, copilot serta enam penumpang yang dinyatakan tewas itu masih berada di RSUD Oksibil untuk proses identifikasi.

 

Evakuasi para korban dari lokasi kejadian dilakukan oleh tim gabungan berjumlah 80 orang, yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura serta TNI-Polri itu tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.20 WIT dan langsung melakukan observasi crash site serta mengevakuasi sembilan orang korban dari lokasi jatuhnya pesawat ke Oksibil. Warga setempat juga ikut membantu. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)