Lomba Suling Tambur Semarakkan HUT RI di Kab. Jayapura

0
282
Pemkab Jayapura Semarakkan HUT RI ke-73 dengan Lomba Suling Tambur. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA)  –  Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar berbagai macam lomba salah satunya Suling Tambur di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (10/8/2018) pagi.

 

 

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.Si, yang juga merupakan Ketua Panitia HUT RI tingkat Kabupaten Jayapura mengatakan dalam memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 dilaksanakan berbagai kegiatan dan juga perlombaan.

 

 

Salah satunya yang diperlombakan pada Jumat (10/8/2018) kemarin adalah Suling Tambur.

Lanjut pria yang pernah menjabat Kepala BPMPK Kabupaten Jayapura itu menyampaikan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-73 Kabupaten Jayapura menggelar lomba Suling Tambur ini juga dalam rangka melestarikan seni budaya.

“Suling tambur ini merupakan seni budaya lokal yang harus kita kembangkan. Karena hal ini juga seiring dengan kebijakan pemerintah daerah tentang melestarikan nilai-nilai budaya di Kabupaten Jayapura,” ucapnya kepada wartawan disela-sela perlombaan Suling Tambur.

Menurut Abdul Rahman Basri, dengan adanya kegiatan ini, tentunya ada penampilan yang telah ditunjukkan bahwa pelestarian seni budaya di Kabupaten Jayapura sedang tumbuh berkembang.

Untuk itu, dirinya berharap, kegiatan seni budaya ini bisa di teruskan lagi kepada generasi muda, agar kebudayan lokal di Kabupaten Jayapura tidak akan hilang namun terus berkembang.

“Saya pikir suling tambur ini merupakan suatu kearifan lokal dan jati diri dari pada masyarakat lokal di Sentani. Oleh karena itu, seni budaya ini harus terus di kembangkan kepada generasi muda kita yang akan datang,” harapnya.

 

Selain itu juga, Abdul Rahman Basri menegaskan kegiatan yang di lakukan pihak Pemkab Jayapura ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan rasa syukur sebagai generasi penerus dan wajar serta sudah sepatutnya merefleksikan perjuangan.

“Melalui kegiatan lomba yang positif dan kerja keras demi mengisi dan mewujudkan cita-cita luhur para pejuang dan pendiri bangsa,” tutup Abdul Rahman Basri. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)