KPU Keerom Koodinasikan DCS Bacaleg Pemilu 2019

0
300
KPUD Keerom dalam sebuah kegiatan. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS  PAPUA) – Ketua KPU Keerom, Bonefasius Bao, SIP, MA, mengemukakan sesuai tahapan sebelum diterbitkan DCS (daftar calon sementara) terkait Bakal calon legislatif Pemilu tahun 2019, maka KPU kemarin (10/8/2018) melakukan sinkronisasi dan penyerahan rancangan DCS kepada partai-partai yang berlaga di Pemilu 2019 nanti.

‘’Hari ini kami lakukan sinkronisasi dengan 16 Parpol yang ada di Keerom melalui penghubung masing-masing Parpol. Kami sampaikan rancangan DCS tentunya kami sampaikan berdasarkan data Bacaleg Pemilu Tahun 2019 yang disampaikan oleh Parpol melalui formulir B1 yang telah diserahkan Parpol di masa perbaikan,’’ungkapnya kepada HPP di Kantor KPU Keerom, kemarin.

Pada penyerahan rancangan DCS tersebut, Ketua KPU didampingi komisioner KPU lainnya yaitu Silvester Wogan dan Korneles Watkaat. Sementara penghubung parpol nampak diantaranya dari Sekretaris Nasdem (Sigit), Gerindra (Kafara), Golkar (Ali), Perindo (D Kabelen), PSI (Idawati), dan lainnya dengan total sebanyak 16 Parpol hadir.

Pada kesempatan tersebut Ketua KPU juga mengemukakan harapan agar pimpinan parpol segera mengecek dan menyinkronkan apakah data tersebut benar dan favlid sebeluk kita akan keluarkan DCS Bacaleg 2018 melalui rapat pleno.

Kepada HPP, ia juga menambahkan bahwa setelah KPU Keerom melakukan verifikasi terkait syarat bacaleg ternyata KPU keerom menemukan beberapa Bacaleg yang tak melengkapi berkas. ‘’Untuk itu sesuai PKPU no 20 tahun 2018 apabila Bacaleg tidak menyerahkan syarat-syarat yang dipersyaratkan maka kita akan TMS-kan (TMS-tidak memenuhi syarat),’’lanjutnya.

Dijelaskan bahwa saat pengumuman DCS kepada masyarakat maka pihaknya berharap masyarakat memberikan tanggapan dan masukan atas Bacaleg pada DCS yang ada. ‘’Misalnya ada masukan tentang calon tersebut menggunakan ijazah yang diduga bermasalah maka kita akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi dan kalau terbukti maka yang bersangkutan kita nyatakan TMS,’’lanjutnya lagi.

Maka ia berharap agar masyarakat nantinya setelah DCS disampaikan agar bisa mencermati dan menyampaikan ke KPU apabila ada masalah yang terkait dengan calon yang bersangkutan. . (Arif / Koran Harian Pagi Papua