Kontes Sapi di Keerom Disambut Positif

0
91
Bupati Keerom, M. Markum, saat diwawancara. (Lea/HPP)

Bahkan Wakapolda Papua Juga Kunjungi Kontes Sapi dalam rangka HUT RI ke-73 Tersebut

KEEROM (LINTAS  PAPUA) – Pelaksanaan Kontes Sapi yang dilaksanakan di Kab Keerom dalam rangka HUT RI ke-73, kemarin (10/8) memasuki hari kedua. Jika di hari pertama pelaksanaannya dihadiri ribuan pengunjung, maka di hari kedua, Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, menyempatkan mengunjungi kegiatan kontes sapi tersebut.

Saat mengunjungi kontes sapi tersebut, Wakapolda ditemani Asisten I Setda Keerom, Sucahyo Agung DA, SIP, MA, Dansatgas Yonif 121/MK, Letkol Inf. Imir Faishal, Wakapolres Keerom, Kompol Ridwan, Asisten III, Winoto dan tamu undangan lainnya.

Saat mengunjungi sapi-sapi ‘raksasa’ seperti sapi limocin, sapi brahma dan sapi bali, Wakapolda nampak terkesan dengan sapi-sapi tersebut. Bahkan menurut Asisten I, bahwa Wakapolda menyampaikan sangat tertarik dan excited atas keberhasilan peternakan sapi di Keerom yang berhasil melakukan IB (inseminasi buatan) atau kawin silang antara sapi brahma dan sapi bali.

‘’Kedua sapi ini di daerah lain saat dilakukan IB silang tidak pernah berhasil karena salah satunya adalah usia hamil dari kedua sapi tersebut berbeda, satunya hamil selama 7 bulan dan lainnya selama 9 bulan jadi kawin silangnya selalu gagal. Namun di Keerom rumor tersebut terpatahkan,’’jelasnya kepada HPP, kemarin.

Dia menyebut bahwa keberhasilan sapi IB silang tadi karena masa hamil sebelum beranak sapi silang tersebut adalah selama 9 bulan. ‘’Kita mendapatkan support dari Wakapolda untuk bisa kembangkan sapi tersebut di Keerom, apalagi hasil silangnya ternyata juga sangat sehat bagi sang sapi, terbukti dengan adanya sapi silang yang mengikuti kontes sapi, ini diharapkan bisa dikembangkan dan dibudidayakan di Keerom,’’lanjutnya.

Tentang pelaksanaan kontes sapi tersebut, Asisten I menyebut bahwa dengan kontes sapi ini menjadikan masyarakat dan peternak di Keerom bisa semakin terpacu dan semangat untuk membudidayakan ternak sapi di Keerom.

‘’Apalagi saat pelaksanaan PON XX tahun 2020 mendatang, Keerom menjadi salah satu daerah penyangga terutama untuk makanan selama PON berupa sayur dan daging sapi, maka peluang ini hendaknya kita raih dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk hal tersebut,’’pungkasnya. . (Arif / Koran Harian Pagi Papua)