Bupati Mathius Awoitauw  Minta Pemuda Harus Kembali Bangun Kampungnya

0
619
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, ketika menerima pernyataan sikap dari sejumlah pimpinan OKP dan pimpinan gereja. (Irfan / HPP)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (Pakai kartu nama), dalam sebuah rutinitas di Bandara Sentani. (ISTIMEWA)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemuda kampung yang saat ini sedang berada di kota diminta untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing guna membantu pemerintah daerah membangun kampung.

 

 

Demikian permintaan itu ditegaskan oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si ketika menjawab pertanyaan harian ini usai melantik 10 kepala kampung dari empat (4) distrik yang berada di Wilayah Pembangunan (WP) III, di Halaman Kantor Distrik Namblong, Sabtu (4/8/2018) siang lalu.

 

 

“Jika sudah memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman di kota, maka pemuda berbekal pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki oleh mereka itu harus kembali ke kampung. Jangan menghabiskan waktu di kota dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

 

 

Dirinya mengatakan, bahwa pemuda harus menciptakan inovasi-inovasi baru di kampung. Karena kampung menyimpan sejumlah potensi, yang jika di kelola secara baik akan memberikan hasil yang baik dan mengandung nilai ekonomis.

 

BUpati Mathius Awoitauw, saat foto bersama Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Distrik Sentani, dalam sebuah kegiatan Valentine Day bulan Februari lalu. (ISTIMEWA)

“Tanah, laut, hutan dan danau ada di kampung. Kesemua itu menyimpan potensi yang tidak ternilai untuk di kelola,” imbuhnya.

 

 

Bupati Mathius menuturkan, lapangan pekerjaan yang tersedia di pemeritahan atau instansi lain memang menjanjikan. Tetapi, kuota yang dibutuhkan sangat sedikit dan tidak mampu menampung jumlah pencari kerja yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

 

 

Dalam situasi seperti itu, lanjut Mathius, pemuda kampung berbekal pengetahuan harus kembali dan mengelola potensi kampung, sekaligus membuka lapangan kerja bagi pemuda kampung lain agar dapat terserap dunia kerja.

 

 

“Kita ketahui bersama, bahwa saat ini banyak pemuda kampung yang datang ke kota dan melibatkan diri di dalam kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Pemuda bicara politik, bicara segala hal yang kesemuanya tidak berguna bagi pengembangan pembangunan di kampung,” kelakarnya.

 

 

Sebab itu, Bupati Mathius mengajak semua pemuda di Kabupaten Jayapura, terutama pemuda kampung untuk kembali pulang ke kampungnya masing-masing, guna memberikan dukungan dan juga topangan bagi pemerintah kampung dalam membangun kampung.

 

 

“Kebiasaan pemuda yang berjuang mendapatkan sesuatu secara instan itu yang harus di rubah dengan bekerja keras serta mendedikasikan dirinya dalam pengabdian bagi masyarakat. Dengan demikian, segala yang di kerjakan akan menjadi catatan bagi masyarakat,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here