Gubernur  Soedarmo  Minta HUT RI Sajikan Pangan Lokal Papua

0
407
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo (Erwin / HPP)
Papeda dan Ikan Mujair, siap disantap dengan hiloy (garpu bale papeda). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo meminta agar penyajian makanan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus 2018 mendatang, tak lagi menyajikan makanan nusantara, tetapi pangan lokal.

“Baik untuk makanan dan minuman kalau bisa semuanya dibuat dari pangan lokal. Entah itu ubi atau makanan olahan dari sagu, yang penting dibuat dari pangan lokal. Termasuk juga menyajikan minuman yang dihasilkan dari pangan lokal,” terang dia di Jayapura, kemarin.

Menurut Soedarmo, penyajian pangan lokal sudah mesti dimulai sejak saat ini. Dilain pihak, pemerintah daerah wajih menjadi pionir (pelopor atau perintis,red) sekaligus membiasakan diri untuk mengkonsumsi pangan lokal.

“Apalagi baru-baru ini saya sudah menerbitkan Pergub tentang pangan lokal. Ya kalau hanya diterbitkan saja lalu tidak kita dorong maka ini tidak akan bisa jalan”.

“Makanya, kami dari pemerintah harus lebih dulu membiasakan diri mengkonsumsi pangan lokal. Baik saat kegiatan kantor maupun di rumah. Makanya, saya berharap kedepan tak hanya acara resmi saja yang menampilkan pangan lokal. Tetapi juga saat acara tak resmi sehingga menjadi kebiasaan yang baik untuk negeri ini,” harapnya.

Dia katakan, ada banyak hal positif yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi pangan lokal. Selain memiliki kandungan gizi yang lebih baik, pangan lokal seperti sagu dan ubi dapat digunakan sebagai pengganti beras (karbohidrat).

Disamping itu, pemanfaatan pangan lokal sagu atau ubi, jauh lebih murah dibanding mengkonsumsi beras. “Sehingga memang pangan lokal ini kalau kita sebut memiliki banyak keunggulan. Sebab ketika kita banyak mengkonsumsi pangan lokal maka dampak positif lainnya adalah meningkatnya perekonomian petani dan masyarakat pembudidaya,” jelas dia.

Tak sampai disitu, tambah Sodarmo, pangan lokal seperti papeda yang terbuat dari sagu, umbi-umbian,  olahan buah merah serta lainya, dapat didorong menjadi makanan bagi atlet maupun official, saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 bergulir di bumi cenderawasih.

“Untuk itu, saya harap mulai saat ini mari kita cinta terhadap pangan lokal. Sebab ada banyak manfaat yang bisa dihasilkan dari pemanfaatan pangan lokal itu,” pungkasnya.  (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here