Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Soedarmo, saat diwawancara. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)   –  Festival kopi yang pertama digelar di Provinsi Papua, resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Soedarmo, di Halaman Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, Kota  Jayapura, Jumat (3/8) sore.

Usai membuka festival yang diikuti pelaku usaha cafe serta petani kopi tersebut, Penjabat Gubernur berjanji akan segera mempromosikan salah satu komoditi andalan bumi cenderawasih itu.

“Saya tahu betul bahwa kopi Papua tidak kalah dari daerah lainnya di Indonesia, termasuk luar negeri. Saya sudah bandingkan kopi dari Kolombia dengan Papua, ternyata kopi kita masih lebih enak”.

“Makanya promosi nanti akan dilakukan di luar negeri melalui mitra kita yang saat ini hadir. Sebab nanti akan ada pameran kopi di Boston USA, tetapi pada September nanti saya akan kirim tim ikuti pameran kopi dibawah Menara Eiffel, Perancis,” tuturnya disela-sela kegiatan itu.

Dikatakan, kegiatan ini murni untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi Papua dari sektor baru, yang juga memanfaatkan komoditas unggulan di Papua, seperti kopi dan sagu. Sebab dinilainya, dua komoditas ini dapat menjadi produk unggulan Papua di masa mendatang.

Apalagi dirinya sadar jabatan yang diemban sangat terbatas, ssekitar delapan atau sembilan bulan. Kendati demikian, pihaknya terpanggil untuk memberikan kontribusi terhadap Papua sebelum masa jabatannya habis.

“Tugas saya sebetulnya sukseskan Pilkada serentak dan ini sudah berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses berkat kerja sama Pemprov dengan seluruh jajaran Forkompinda dan tokoh-tokoh di dalam lingkungan masyarakat”.

“Tapi saya secara pribadi berkeinginan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonommi Papua. Nah, yang bisa kita andalkan dalam jangka waktu pendek adalah bagaimana mengolah dan mengembangkan serta promosikan sagu dan kopi. Untuk itu, saya dorong dua komoditi ini agar merakyat dan mendunia dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian daerah ini,” terangnya.

Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano pada kesempatan itu menyambut baik kegiatan tersebut. Sebab diyakini, komoditi kopi kedepan akan mampu meningkatkan daya saing daerah, perekonomian dan serta kesejahteraan petani kopi Papua.

“Memang di Kota Jayapura kita tidak tanam kopi. Tapi kita penikmat kopi terbesar di Papua. Untuk itu, saya harap dari festival ini bukan saja kopi Papua menjadi terkenal di daerah sendiri, tapi di Jakarta bahkan di luar negeri,” harap dia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto optimis kopi bumi cenderawasih dapat menjadi salah satu komoditi andalan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat khususya.

“Yang pasti kegiatan ini hanyalah semacam pemicu untuk pengembangan kopi Papua. Sebab sebagai gambaran selama ini di Papua pertumbuhan ekonominya sangat tergantung dari sektor tambang. Ketika tambang lesu ekonomi juga demikian. Makanya kami sepakat dengan Gubernur untuk cari pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satu yang kita pandang cukup berpotensi untuk menambah kesejahteraan masyarakat adalah kopi. Ini saya yakin akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang ada di negeri ini,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)