26 Penyuluh Agama di Keerom Ikut Diklat Membangun Kualitas

0
804
Kepala Kantor Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K. bersama Kepala Balai Diklat Keagamaan Papua, Jamaluddin Iribaram, MM saat menghadiri Diklat Teknis Penyuluh Agama non PNS di lingkungan Kemenag Keerom. (Arif/HPP)
Kepala Kantor Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K. bersama Kepala Balai Diklat Keagamaan Papua, Jamaluddin Iribaram, MM saat menghadiri Diklat Teknis Penyuluh Agama non PNS di lingkungan Kemenag Keerom. (Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Kantor Kementarian Agama Kab Keerom, berupaya meningkatkan kualitas penyuluh agama di Kab Keerom. Maka Kantor Kemenag Kab. Keerom menggelar Diklat Teknis Substansif Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom.

Kegiatan digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Keerom, selama sepekan yaitu dimulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2018. Sebanyak 26 penyuluh agama dari multi agama yaitu Kristen, Islam, Katholik dan hindu mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Kementerian Agama Kab Keerom, Karel Mambay, SE, MPdK. Mengemukakan bahwa kegiatan digelar dalam rangka meningkatkan kualitas penyuluh non PNS dari multi agama di lingkungan Kantor Kemenag Kab keerom.

‘’Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Papua dan dengan adanya kegiatan ini kami harapkan kualitas pelayanan kepada umat beragama di masing-masing agama,’’ujarnya kepada HPP, kemarin.

Dia juga mengemukakan pada pelaksanaannya, pembawa materi dari Kantor Kementerian Agama dan dari Balai Penyuluh Keagamaan mengharapkan agar para penyuluh agama untuk sensitive terhadap masalah-masalah yang dihadapi umat beragama di lingkungan kehidupan social kemasyarakatannya masing-masing.

‘’Seperti kita tahu masyarakat sekarang menghadapi masalah social kemasyarakatan yang cukup banyak diantaranya masalah HIV/AIDS, Narkoba, Miras dan KDRT. Masalah-masalah ini kita harapkan bisa menjadi bahan bagi penyuluh agama untuk melakukan pembinaan kepada umat beragama di masing-masing agama,’’lanjutnya.

Ia juga berharap agar dengan diklat, kompetensi penyuluh agama di Keerom bisa meningkat dan mereka menjadi pioneer dalam menyampaikan pembangunan melalui bahasa agama kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 26 penyuluh agama mendapat materi dari kepala Kantor Kemenag Keerom, Kepala Balai Penyuluh Agama Papua, Jamaluddin Iribaram, MM, juga 6 orang widyaswara dari Kementerian Agama.(rif/ Koran Harian Pagi Papua))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here