Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., saat diwawancara. (Humas)
Stop AIDS (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Penanganan Penyakit menular HIV – AIDS  di Papua, tidak saja menjadi wacana, hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua untuk menyelamatkan generasi Papua dengan menyediakan obat Antiretroviral (ARV) di semua layanan  kesehatan di Papua.

 

Plh KPA Daerah Papua yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai mengatakan, Saat ini jumlah pengidap HIV/Aids perbulan maret 2018, tercatat di Komisi Penanggulangan Aids (KPA) daerah Papua sebanyak  35.000 kasus.

“Perkembangan AIDS naik terus, 35 ribu HIV kasus baru per bulan maret 2018, sisi lain dikhawatirkan, tetapi sisi lain pelaksanaan implementasi program kami berhasil, kenapa berhasil karena terget KPA Papua akhir Desember 2017 sebanyak 25 ribu,  tapi kemarin 32 rIbu dan setelah 3 bulan dibulan Maret menjadi 35 ribu, itu artinya kami berhasil  mampu meyakinkan, memberikan pemahaman kepada masyarakat di desa maupun semua lapisan masyarakat bahwa masyarakat segera memeriksakan diri VCT di puskesmas, klinik,  rumah sakit,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., usai menghadiri Pembukaan Konferensi AIDS Internasional, di Amsterdam, Belanda, Selasa (24/7/2018)

 

Dikatakan,  tentunya dengan pemeriksaan supaya dirinya cepat diketahui terinveksi HIV  dan bisa segera kita obati  kalau tidak sudah jadi AIDS tinggal tunggu mati.

Ia menambahkan,  kalau semua sudah minum ARV tingkat penularan akan rendah karena menghambat produksi virus menjadi rendah,  karena sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa membunuh virus HIV, sehingga pemberian ARV tujuan pemerintah.

Diakui, hal yang menjadi kendala bagi KPA adalah kurangnya disiplin pasien dalam menggunakan obat ARV untuk menghambat berkembangnya virus HIV pada pasien.

“Masih rendah kepatutan minum ARV ini yang harus bagaimana makanya strateginya yang saya berikan untuk mengatasi persoalannya yakni obat ARV wajib di siapkan semua sarana kepelayanan kesehatan di seluruh Papua, karena dulu hanya disediahkan di klinik dan rumah sakit terntentu, skarang klinik keagaman juga disediahkan obat ARV tanpa di pungut biaya,”ucap drg. Aloysius Giyai.

Penanganan HIV/AIDS menjadi keseriusan Pemerintah Daerah dengan menghadirkan sejumlah kepala daerah yang di ikuti Wali Kota Jayapura dan Bupati Merauke dan Keerom dalam International AIDS Conference (IAC) yang di gelar 23 – 27 Juli 2018 di Amsterdam, Belanda. (Humas Setda Kota Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here