Cegah Virus Campak  dan Rubella, Dinkes Kota Jayapura Ajak Bawa Anak – Anak ke Posyandu

0
921
Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.. Tampak foto bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari di Taman Imbi. (Owen/ Humas)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, saat wawancara. (Owen /Humas)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengajak, warga masyarakat agar dapat membawa anak –anaknya ke Posyandu terdekat untuk dapatkan imunisasi campak Measles dan Rubella (MR).

 

 

Hal ini disampaikan dr. Ni Nyoman Sri Antari,  di Taman Yos Sudarso usai pencanangan Imunisasi Campak MR oleh Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM, Jumat kemarin.

 

Dalam kesempatan pencanangan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga  menghadirkan  pengobatan gratis, bertempat di Taman Imbi pusat Kota Jayapura,  Distrik Jayapura Utara,  Kota Jayapura Provinsi Papua.

 

“Hal ini kami buat Untuk masyarakat yang merasa gangguan kesehatan bisa datang dan berobat gratis, di hari ini,  Disamping itu juga kami mencegah KLB dari PNG  dan juga ada Polio untuk bayi,” ujar dr. Ni Nyoman Sri Antari.

 

 

Dirinya mengimbau, kepada masyarakat mari kita sama-sama menjaga kesehatan kita.

Pelepasan balon udara oleh Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM di Taman Yos Sudarso. (Elsye/HPP)
Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM., saat berikan imunisasi pada pencanangan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Taman Yos Sudarso. (Elsye / HPP)

“Kami dari dinas kesehatan sedang malakukan kegiatan di sekolah dasar guna memberitahukan bahwa kesehatan kita harus memukai dari sejak usia dini, karena anak adalah investasi bangsa. Kita ke sekolah-sekolah dan kita akan buat kegiatan dokter cilik, agar hidup bersih dan sehat,” paparnya.

 

Dirinya menegaskan, ajakan untuk  bersama cegah penyakit Rubella dan mari kita bawah anak-anak ke Posyandu dan layanan-layanan yang sudah tersedia.

 

Khusus di kota Jayapura itu penyakit yg harus kita lawan itu. “Stunting” biasanya bayi lahir pendek dan bisa juga bertumbuh pendek.

 

Oleh sebab itu kita berharap dapat gizi yg baik. Biar tubuh nya sehat dan tinggi-tinggi. Supaya kelak ada yg bisa ikut, tes apa saja tembus. Ungkap Kadis kesehatan.

Dirinya menjelaskan.  imunisasi MR bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, serta menurunkan angka kesakitan campak dan rubella.

“Sejak lama kita telah bebas polio, dan sudah rutin kami lakukan imunisasi sehingga usai pencanangan kami hanya kordinasi lintas sektor saja, guna mencegah dan melindungi anak-anak kita dari virus MR, maka imunisasi MR akan diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan dibawah 15 tahun, tanpa melihat status imunisasi maupun riwayat penyakit campak dan rubella sebelumnya,” sambungnya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya akan ke seluruh pusyandu yang tersebar diwilayah Kota Jayapura untuk memberikan campak dan vaksin kepada bayi dan balita, PAUD, SD dan SMP,  juga bagi peserta didik kelas I SMA/SMK.

“Kami harap pelaksanaan imunisasi bisa selesai di bulan September 2018. Anggaran kami dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) masing-masing puskesmas telah mendapatkan anggaran sekitar Rp.500 juta hingga Rp.700 juta untuk biaya operasionalnya secara rutin sehingga tidak ada biaya tambahan,” tandasnya.

Wanita asal Bali itu juga mengimbau, kepada masyarakat apabila ada yang terdeteksi,  agar segera cepat melapor kepihaknya.

Ia berjanji pelaksanaan imunisasi akan dilakukan dilima distrik yakni Distrik Muara Tami, Abepura, Heram, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara.

 

Cegah Campak dan Rubella

 

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah, Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat Gratis, tidak dipungut biaya.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.(http://infoimunisasi.com/uncategorized/cegahcampakrubella/)

Sesuai data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah

Tahun ini, sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak. (Owen/Els/HPP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here