JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Setelah sempat tertunda Pilkada Bupati Paniai yang seharusnya serentak pada 27 Juni lalu karena masalah keamanan, kini telah ditetapkan jadwal Pilkada Paniai yakni tanggal 25 Juli mendatang.

 

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya telah siap untuk melaksanakan tugas pengamanan untuk pelaksanaan Pilkada Paniai yang akan dilaksanakan pada 25 Juli mendatang. Sebanyak 1000 personil kepolisian termasuk BKO Brimob telah disiagakan di Polres Paniai.

 

Hal ini diungkapkannya kepada wartawan, Rabu (11/7) siang, saat ditemui usai perayaan HUT Bhayangkara ke-72 di Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura.

 

“Yang stanby sekarang ada 1000 personil dari jajaran Polres Paniai dan BKO Brimob yang baru kita geser. Nanti kita lihat evaluasi apakah perlu penambahan atau tidak,” bebernya.

 

Dikatakan, kondisi di Paniai hingga saat ini masih kondusif. Namun, yang perlu diantisipasi adalah ketidaksukaan masyarakat terhadap pasangan calon bupati tertentu.

 

Dari 1000 personil yang stanby di Enarotali, Paniai, sebagiannya adalah personil Polda yang sebelumnya bertugas mengamankan Pilkada di Nabire. Sementara, 600 personil yang ditugaskan mengamankan Pilkada di Jayawijaya telah dipulangkan ke Mapolda Papua dan Mako Brimob Kotaraja Jayapura.

 

Boy Rafli menyatakan, hampir tidak ada yang meleset dari jadwal pelaksanaan Pilkada Gubernur Papua 2018, “karena surat suara yang telah dihitung dari kabupaten telah tiba di Kota Jayapura dan terakhir dihitung oleh KPU dalam pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilgub,” jelasnya.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPU) Papua akhirnya menetapkan jadwal Pemilihan bupati dan wakil bupati Paniai pada 25 Juli mendatang. Paniai menjadi satu-satu daerah yang belum melaksanakan Pilkada akibat masalah keamanan.

 

Anggota KPU Provinsi Papua Tarwinto saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (11/7) mengatakan,  pihaknya telah menetapkan jadwal pemilihan bupati (Pilbup) Paniai berdasarkan hasil rapat pada Senin (9/7) lalu.

 

“Kami mengambil keputusan untuk penetapan Jadwal Pilbup  pasca pelaksanaan rekapitulasi hasil suara Pilgub Papua tingkat provinsi,” kata Tarwinto.

 

Dirinya menegaskan,  pihaknya tidak akan mengubah keputusan jumlah kandidat yang mengikuti Pilbup Paniai sesuai keinginan warga. Sebab,  hal tersebut melanggar keputusan yang telah ditetapkan KPU RI.

 

“Tidak boleh ada warga yang dapat menggagalkan pelaksanaan Pilkada di Paniai. Kami meminta agar aparat keamanan dapat memproses hukum oknum yang hendak mengganggu kegiatan ini,” tegasnya.

 

Senada dengan yang disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu Papua Metusalak Infandi. Ia berharap seluruh pihak berkomitmen agar secepatnya menyelesaikan pelaksanaan Pilbup di Kabupaten Paniai.

 

“Aparat keamanan bertanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan Pilbup di Paniai berjalan aman. Tak boleh ada lagi penundaan,” tuturnya.

 

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui mengakui,  pihaknya siap melaksanakan pengamanan dan telah menantikan jadwal Pilbup di Paniai dari KPU.

 

“Saat ini ada 1000 personel telah bersiaga di Paniai. Tujuannya untuk mengamankan jalannya Pilkada di Kabupaten Paniai. Akan kita lihat ke depan apakah perlu penambahan atau tidak berdasarkan hasil evaluasi dengan Polres Paniai,” kata Boy Rafli usai perayaan HUT Bhayangkara ke-72 di Kota Jayapura, Rabu (11/7) siang. (Paul/  KORAN HARIAN PAGI PAPUA)