Diharapkan dengan adanya program Citradaya Nita selama tiga bulan, dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas perempuan, dan memberi manfaat khususnya bagi perempuan. Tampak sebuah karya yang sedang dikerjakan. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Komunitas WARNA berasal dari kelompok perempuan dampingan Yayasan Harapan Ibu Papua, yang awalnya tergabung dalam kelompok besar TAMECU (Tak Mengenal Cuaca).

Dengan adanya bantuan dana hibah dari Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) pada program Pemberdayaan Perempuan Dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Citradaya Nita 2018, diharapkan dapat memberi manfaat bagi komunitas melalui kegiatan-kegiatan dalam program yang akan dilaksanakan.

Hal ini disampaikan Pengelola Program Citradaya Nita untuk Pemberdayaan Perempuan dalam Penanggulangan Kemiskinan Kota Jayapura, Hiswita Pangau, sekaligus menjelaskan, bahwa Pada awal program nanti 07 Juli 2018, akan dilakukan Workshop sosialisasi program kepada komunitas yang akan terlibat dalam program CN selama tiga bulan kemudian pada bulan Agustus dan Desember akan dilakukan pelatihan baik pemasaran melalui media sosial dan cara mengelola sistem keuangan.

“Diharapkan dengan adanya program Citradaya Nita selama tiga bulan, dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas perempuan, dan memberi manfaat khususnya bagi perempuan, serta mampu menyadarkan perempuan tentang potensi-potensi yang dimiliki untuk menjadi satu keterampilan yang menguntungkan serta membantu perekonomian,” ujar
Hiswita Pangau, dalam sebuah keterangan di Kantor  Yayasan Harapan Ibu Papua, Kamis (12/7/2019).

 

Dikatakan, bahwa pentingnya Pemberdayaan perempuan memang tidak hanya dari sisi ekonomi,  namun juga pada berbagai akses, yaitu kesehatan, pendidikan dan dalam berbagai hal.

“Dengan demikian diharapkan 15 orang perempuan yang tergabung dalam program ini, dapat memberi pengaruh dan manfaat bagi kelompok perempuan lainnya serta dapat meningkatkan akses perempuan dalam berbagai aspek sebagai indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam program CN 2018,” jelas Perempuan Asal Manado ini.

 

Dirinya menjelaskan, WARNA dipilih menjadi nama komunitas karena setiap perempuan memiliki keunikan masing-masing dengan latar belakang cerita, kisah, serta warna-warni kehidupan yang berbeda-beda pada setiap individu, sehingga melalui program ini diharapkan setiap orang mampu berdaya dan memberi dampak positif tidak hanya untuk diri sendiri namun bagi keluarga dan lingkungannya.  (*)