Fellowship Citradaya Nita Ikut Berdayakan 21 Jurnalis Perempuan

0
546
WARNA adalah salah satu komunitas Perempuan Kreatif Kota Jayapura terdiri dari 15 orang, yang fokus pada berbagai keterampilan yaitu, mengolah bahan bekas, menganyam noken, membuat bunga dari benang, membuat pita HIV dan berbagai keterampilan lainnya.(ISTIMEWA)
WARNA dipilih menjadi nama komunitas karena setiap perempuan memiliki keunikan masing-masing dengan latar belakang cerita, kisah, serta warna-warni kehidupan yang berbeda-beda pada setiap individu, sehingga melalui program ini diharapkan setiap orang mampu berdaya dan memberi dampak positif tidak hanya untuk diri sendiri namun bagi keluarga dan lingkungannya. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Executive Director Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), Eni Mulia , mengatakan,  pada workhsop pengenalan program akhir juni 2018, Program Fellowship Citradaya Nita adalah satu-satunya di Indonesia yang memberikan bantuan dan kesempatan khusus bagi jurnalis perempuan untuk memberdayakan komunitasnya terutama kaum perempuan.

 

“PPMN telah menyelenggarakan program ini sejak tahun 2015 dan secara kontinyu dan total telah memberikan fellowship ini kepada 21 jurnalis perempuan dari seluruh pelosok Nusantara dengan berbagai program mulai dari pendidikan, hingga kesehatan, pencegahan perdagangan manusia hingga peningkatan ekonomi serta pencegahan pernikahan anak dan banyak lainnya. Program ini diadakan PPMN mengingat masih terpinggirnya peran dan posisi perempuan di Indonesia pada media,” ujar  Executive Director Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), Eni Mulia, dalam sebuah keterangan di Kantor  Yayasan Harapan Ibu Papua, Kamis (12/7/2019).

 

Dijelaskan, bahwa PPMN sebagai sebuah lembaga nonprofit untuk mengembangkan profesionalisme media dan memperluas akses informasi di Indonesia dan berbagai negara Asia.

“Sehingga melalui program ini perempuan memahami tentang media dan mampu bersaing secara positif melalui media khusunya akses informasi dan pemasaran serta promosi,” katanya.

Eni Mulia   mengakui, bahwa WARNA adalah salah satu komunitas Perempuan Kreatif Kota Jayapura terdiri dari 15 orang, yang fokus pada berbagai keterampilan yaitu, mengolah bahan bekas, menganyam noken, membuat bunga dari benang, membuat pita HIV dan berbagai keterampilan lainnya.

“Diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas perempuan lainnya agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta kepercayaan diri untuk belajar tentang keterampilan serta mencari peluang-peluang yang memberi manfaat untuk menjadi Perempuan yang Berdaya,” harapnya.

Sementara itu, Pengelola Program Citradaya Nita untuk Pemberdayaan Perempuan dalam Penanggulangan Kemiskinan Kota Jayapura, Hiswita Pangau menanggapi secara positif dan berikan apresiasi atas dukungan yang diberikan, yakni dengan berjalannya waktu, kelompok ini diharapkan kedepan tidak hanya 15 orang yang akan berjalan bersama.

“Namun dapat berkembang menjadi kelompok yang besar dengan melibatkan perempuan-perempuan kreatif dan terampil lainnya. Sehingga meski program CN berakhir namun komunitas ini tetap berjalan dan terus mengembangkan diri melalui pemberdayaan dan mampu memberdayakan sesama komunitas perempuan,” ungkapnya.

 

Hiswita Pangau, Perempuan asal Manado yang telah lama bergelut dalam bidang sosial peduli kelompok Perempuan di Kota Jayapura menegaskan, bawha penyampaiuan informasi ini adalah untuk memperkenalkan profil salah satu komunitas perempuan kreatif kota jayapura yang baru terbentuk dan akan terlibat dalam program selama tiga bulan.

Membangun sebuah kerjasama untuk terampil dan peduli dengan lingkungan sosial. (ISTIMEWA)

“Komunitas ini diberi nama “WARNA”, karena setiap perempuan yang tergabung berasal dari latar belakang yang berbeda namun setiap orang memiliki warna dan keunikan masing-masing serta keterampilan dan kemampuan yang berbeda-beda,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here