ASN Keerom Diajak Disiplin dan Miliki Jiwa Enterprenuership

0
335
Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, saat memimpin apel rutin Pemkab Keerom, Senin (22/1/2018) kemarin.. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)
Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, menyalami pejabat eselon II Pemkab Keerom, usai memimpin apel rutin, kemarin. (Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS  PAPUA) –  Asisten I Setda Keerom, Sucahyo Agung DA, SIP, MA, mengemukakan bahwa dalam birokrasi modern saat ini telah jelas asas-asasnya baik dalam hal pembagian tugas, pendelegasian kewenangan, spent of control, dan lainnya sehingga tak ada lagi istilah SKPD penting dan SKPD tak penting.

‘’Dalam manajemen modern tak boleh katakan ini SKPD penting dan ini SKPD tak penting, kenapa? Karena pembentukan SKPD ini telah melalui pengkajian panjang sesuai dengan PP no 18 tahun 2016 tentang ASN, artinya apakah lembaga besar atau kecil semuanya sama-sama penting baik mulai dari kelembagaan tipe A hingga C, sehingga semua penting. Jadi mari semua bekerja,’’ujarnya kepada HPP di ruang kerjanya, kemarin.

Selain itu ia juga menyampaikan tentang pentingnya kedisiplinan pada ASN di Keerom. ‘’Tentunya tak bosan kita sampaikan tentang kedisiplinan, karena di Keerom ini pegawai kita jumlahnya 2000 lebih namun dalam setiap kesempatan apel angka kehadiran pegawai masih dibawah 50 persen. Bagaimana kita bisa bekerja baik kalau hadir saja susah, Jadi saya harapkan marilah kita isi waktu kita dengan pengabdian,’’pesannya.

Selain itu ia juga menyampaikan agar pegawai juga memiliki jiwa enterprenuership. ‘’Jangan kita hanya bangun gedung yang penting jadi, pakai tak dipakai selesai, bikin jalan tanpa berpikir apakah setelah pemeriksaan bisa digunakan masyarakat dengan maksimal atau tidak. Jadi marilah kita berpikir tentang input, output dan outcame,’’lanjutnya.

Selain itu ia berharap semua proyek yang dibangun bisa berjalan sehingga menghasilkan benefit atau manfaat bagi daerah dan masyarakat. ‘’Apakah pembangunan ini akan menghasilkan PAD atau bagaimana kepentingan masyarakat dapat terlayani, sehingga ada dampaknya bagi pemrintah, intinya jangan habiskan uang banyak tapi menjadi mubazir,’’terangnya lagi. (Arif  / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here