Pengrajin Papua  Diimbau Bikin Noken Berlogo PON XX 2020

0
1762
PB PON XX 2020, Mengeluarkan SURAT KEPUTUSAN Pembanguna STADION UTAMA KAMPUNG HARAPAN, tahap berikut PB PON XX 2020 menetapkan MASKOT LOGO JINGGEL, setelah itu Pembentukan SUB PB PON XX 2020, di 6 wilayah Pelaksanaan PON XX 2020, Semua itu harus di legalitas kan demi kelancaran persiapannya, PAPUA BISA, PAPUA SIAP, PAPUA JUARA. (Sumber Gustaf Pui, Petinggi PB PON XX 2020)
Kepala BP3AKB Papua, Annike Rawar, saat diwawancara. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua mengimbau para pengrajin di seluruh Bumi Cenderawasih, agar memanfaatkan momentum pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) XX 2020, dengan membuat noken berlogo iven empat tahunan itu.

Selain untuk dijual, hasil kerajinan itu nantinya akan dilombakan dalam satu pameran yang rencananya digelar bulan ini oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana(BP3AKB) Provinsi Papua.

“Sebab yang pasti kerajinan noken ini bisa menjadi salah satu cendera mata bagi kontingen dari luar daerah yang datang. Memang masih kita bicarakan dengan pihak Pengurus Besar (PB) PON Papua. Namun hal ini sebagaimana semangat untuk mempopulerkan PON di Papua sejak saat ini,” terang Kepala BP3AKB Papua, Annike Rawar di Jayapura, Senin (9/7/2018).

Dia katakan, dalam waktu dekat instansinya akan menggelar pameran kerajian bagi kaum perempuan Papua. Kegiatan ini bakal melibatkan sembilan kabupaten yang ada di bumi cenderawasih.

“Dimana tahun ini jika dilaksanakan sudah menjadi yang kelima kalinya dijalankan”.

“Memang sembilan kabupaten yang kita undang dalam pemeran tersebut sesuai dengan DPA kita. Namun kita harap tidak menutup kemungkinan semua Kabupaten nanti akan bisa berpartisipasi sehingga gema PON melalui pameran ini bisa benar-benar tersalurkan sebagaimana mestinya,” ucap dia.

Sementara sembilan kabupaten yang bakal hadir dalam kegiatan pameran, diantaranya Kabupaten Biak, Yapen, Sarmi, Mimika,Kerom dan beberapa Kabupaten lainnya.

Pihaknya berharap seluruh peserta juga dapat menampilkan kerajinan khas asli daerahnya, sehingga mampu mempromosikan budaya yang berkembang di masing-masing wilayahnya.

“Sebab dengan kita menampilkan budaya sendiri, maka kita ikut melestarikan dan mempromosikan ke dunia luar sehingga lebih dikenal publik. Dengan harapan kedepan bisa menjadi daya tarik wisata bagi dunia luar,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here