Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si., saat diwawancara., yang juga Ketua Forum Kepala Daerah se-Tanah Tabi, Mathius Awoitauw, saat di wawancara. (Irfan /LPC)
Atraksi seni budaya Papua di Festival Danau Sentani 2018. (Dok. Perwira Management)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, meminta PDAM Jayapura dan IUWASH mengkaji ulang rencana pengelolaan air bersih atau air minum oleh PDAM untuk kebutuhan warga Kabupaten/Kota Jayapura akan air bersih yang bersumber dari Danau Sentani.

 

 

Rencana pengelolaan air bersih dari Danau Sentani oleh PDAM itu, Bupati juga menuturkan, idealnya perlu mendapat persetujuan dari semua pemangku kepentingan adat pemilik Danau Sentani yakni, para Ondoafi, Kepala-kepala Suku dan sejumlah pihak berkepentingan lainnya.

 

 

Sekalipun tempat untuk pengambilan air danau telah di siapkan oleh PDAM, lanjutnya Bupati, namun soal pengambilan air Danau Sentani tentunya harus berdasarkan kajian-kajian dan persetujuan lembaga masyarakat adat (LMA) dari semua kampung yang ada di Danau Sentani.

 

 

“IUWASH merupakan lembaga donor yang bergerak di bidang air bersih itu hendaknya mendampingi PDAM Jayapura melakukan kajian. Sebab, jika tidak melalui kajian, kami takutnya pengambilan air danau untuk kepentingan ketersediaan air bersih,  maka akan menggangu debit air danau,” paparnya saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (10/7/2018) siang.

 

Keindahan Danau Sentani. Tampak Kampung Ayapo dari kejahuan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Menurut Bupati Mathius, sampai dengan saat ini pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Jayapura oleh PDAM Jayapura belum terlayani sepenuhnya dengan baik. Terlebih masyarakat di pemukiman-pemukiman dan perumahan-perumahan itu jarang sekali mendapatkan pelayan air bersih.

 

 

Selani itu, kata Mathius, sumber air yang mengalir ke Danau Sentani berupa kali-kali sebagian besar mulai mengering. Di khawatirkan, kedepan dengan diambilnya air danau untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Kabupaten/Kota Jayapura akan mengganggu volume air danau.

 

 

“Oleh sebab itu, kami mengharapkan agar PDAM Jayapura lakukan kajian bersama IUWASH dan bertemu dengan pemangku kepentingan adat. Supaya pengambilan air danau kedepan tidak menimbulkan masalah baru,” harap Bupati Jayapura yang juga sebagai salah satu anak adat Sentani.

 

 

Ditambahkan, pihaknya tidak bermaksud melarang rencana PDAM mengambil air Danau Sentani untuk kepentingan suplay air bersih ke rumah-rumah warga, namun perlu adanya kajian, sehingga dampak lain yang mungkin saja timbul di kemudian hari dapat diatasi. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here