Dinas Peternakan Dorong Inseminasi Buatan Bagi Pemilik Ternak

0
552
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Petrus Pasereng.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Berkurangnya populasi ternak di Provinsi Papua pada akhirnya mendorong Dinas Peternakan Provinsi mengambil langkah cepat dengan melakukan program inseminasi buatan (IB) bagi pemilik ternak yang ada di bumi cenderawasih.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Provinsi Papua Petrus Pasereng, program inseminasi buatan bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak di bumi cenderawasih yang saat ini mengalami penurunan drastis.

Bahkan sebagian besar daging yang ada di Papua, saat ini tak jarang mesti didatangkan dari luar Papua. “Makanya inseminasi buatan ini kita mulai galakkan kepada pemilik ternak supaya bisa menghasilkan betina produksi”.

“Sebab berkurangnya betina produktif saat ini karena pemilik ternak yang kehabisan pejantan turun memotong betina produktif. Ya memang itu hak pemilik ternak, namun kita bantu dengan inseminasi buatan supaya mereka bisa meningkatkan populasi ternaknya,” harap dia, saat diwawancara pers, pekan lalu.

Menurutnya, penerapan tekologi inseminasi buatan terhadap ternak telah memberikan kontribusi positif bagi peningkatan produktivitas terbak di seluruh provinsi di Indonesia. Oleh karenanya, dia berharap dukungan seluruh masyarakat Papua agar mau menerima dan menjalankan program inseminasi buatan yang bakal didorong oleh dinas peternakan pada tahun ini.

Sebelumnya, Petrus Pasereng mengatakan instansinya fokus pada upaya peningkatan populasi maupun produktivitas ternak sapi dan babi di Papua. Pihaknya juga akan melakukan pengembangan pembibitan di 15 kabupaten.

“Tahun ini program ini memang masih dilanjutkan dan terus ditingkatkan. Kita ingin fokus pada komoditi ternak sapi dan ternaik babi sehingga petani juga bisa sejahtera,” terang dia.

Diakuinya, peningkatan populasi dan produktivitas ternak sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan hewan. Dilain pihak, turut ditentukan dari komoditas ternak yang dikembangkan oleh peternak dan pelaku usaha itu sendiri.

Kendati begitu, pihaknya mengimbau seluruh penanggung jawab pelaksana fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota. “Supaya tujuan mendorong peningkatan pendapatan kepada petani ternak ini bisa benar-benar terwujud,” katanya. (Win / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here