Banyak Peminat, Universitas Cenderawasih  Butuh Pengembangan Kampus

0
1621
Ketua BEM Uncen, Padkalis Boma dan Ketua MPM Uncen, Arnold Kobogau, saat konferensi pers di Aula Uncen. (Elsye / HPP)
Rektor Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo, didampingi Pembantu Rektor Tiga, Jonathan Waroromi dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Paskalis Boma, dalam sebuah kegiatan, Selasa (13/3/2018). (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA ( LINTAS PAPUA) – Animo masyarakat di Provinsi Papua untuk masuk terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen) sangat tinggi, sehingga Uncen membutuhkan pengembangan kampus.

 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen, Paskalis Boma mengatakan hingga kini tercatat ribuan lebih calon mahasiswa yang sudah mendaftarkan diri melalui empat tahapan seleksi yakni melalui jalur SLSB, SNMPTN, SBMPTN, dan jalur lokal atau mandiri. Namun kapasitas ruang belajar hanya memungkinkan menerima sekitar 4.000 mahasiswa baru.

 

“Kendala terbatasnya ruang kuliah tersebut menjadi salah satu aspirasi yang kita minta ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua, maupun kepada 28 kabupaten dan satu kota yang ada di Papua,” pungkasnya kepada para wartawan dalam konferensi pers yang dilakukan di Audoturium Uncen, Jumat (6/7/2018).

 

Menurutnya, keterlibatan semua kabupaten dan kota di Papua, karena banyaknya calon mahasiswa yang datang dari daerah-daerah tersebut untuk menimbah ilmu di kampus Uncen.

 

“Uncen menyiapkan sumber daya manusia bagi para mahasiswa itu, dan mereka akan kembali ke daerah asal masing-masing. Untuk itu kami meminta ada perhatian khusus Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk membantu pengembangan pembangunan kampus Uncen,  karena Uncen dangat terbatas sehingga tidak dapat merekrut semua calon mahasiswa yang mendaftar, ” tegasnya.

 

Lanjutnya, apabila kuota per kelas 40 orang itu dipaksakan maka akan menganggu konsentrasi belajar mahasiswa dan juga proses penyampaian materi dari Dosen akan berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar kepada mahasiswa.

 

“Saat ini tersedia 75 program studi di Uncen dengan daya tampung sebanyak 40 orang per kelas. Untuk itu kami minta agar pihak pemerintah dapat bertemu dengan pimpinan Uncen untuk mendiskusikan hal tersebut, guna menunjang pendidikan di Papua, ” tandasnya.

 

Senada dengan itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen, Arnold Kobogau mengharapkan kepada Gubernur Papua agar dapat memfasilitasi 28 kabupaten dan satu kota untuk berdiskusi bersama Rektor Uncen beserta jajarannya untuk membahas hal pengembangan pembangunan Kampus Uncen itu.

 

“Semua stakeholder dan pemerintah baik di Papua dan Papua Barat kami harapkan agar dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang memperhatikan pendidikan di Papua khususnya di Kampus Uncen. Karena jebolan Uncen yanh banyak menduduki pemerintahan saat ini,,” sambungnya.

 

Pihaknya juga mengaku akan menduduki Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura, apabila aspirasi tersebut tidak ditindaklanjuti.  (Elsye Sanyi / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here