Temukan Mortir, Ketua RT di Kampung Komba Lapor Polisi

0
338
Mortir Diamankan Petugas. Alhasil benar saja bahwa yang ditemukan warga merupakan benda bom jenis mortir, sehingga anggota menghubungi Tim Identifikasi dari Polres Jayapura guna mengamankan bom tersebut.. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA)  –  Benda diduga bom sejenis mortir ditemukan di Kampung Yobeh, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Benda tersebut ditemukan oleh seorang warga La Kamaruddin, yang juga merupakan Ketua RT di Kampung Komba, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura.

 

 

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, menerangkan benda tersebut ditemukan oleh La Kamaruddin di belakang rumahnya pada Jumat (6/7/2018) kemarin pagi sekitar pukul 07.30 WIT.

 

 

“Setelah menemukan bom tersebut, saksi baru memberitahukan kejadian tersebut kepada anggota Polsek Kawasan Bandara Sentani Brigpol Arobi Umar selaku Bhabinkamtibmas Kampung Yobeh,” kata Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H, S.IK, M.H, M.Si, dalam rilisnya yang dikirim via pesan WhatsApp ke wartawan harian ini, Jumat (6/7/2018) sore.

 

 

Setelah mendapat laporan itu, Kanit Binmas Bripka Melkias Rumbruren dan Brigpol Arobi Umar menuju TKP dan ketika tiba di TKP bersama Anggota Babinsa Serda Agus Saing, kemudian melihat barang bukti guna memastikan penemuan benda tersebut.

 

 

Alhasil benar saja bahwa yang ditemukan warga merupakan benda bom jenis mortir, sehingga anggota menghubungi Tim Identifikasi dari Polres Jayapura guna mengamankan bom tersebut.

 

 

“Setelah mendapat informasi, anggota Tim Identifikasi yang dipimpin Kanit Identifikasi Bripka Daniel Ohee langsung tiba di TKP untuk mengamankan mortir. Setelah melihat dan mengidentifikasi mortir tersebut, kemudian tim membawa dan mengamankannya ke Mapolres Jayapura,” ujar Kapolres Jayapura.

 

 

Berdasarkan keterangan yang didapat anggota dari saksi La Kamarudin, bahwa masih ada bahan peledak lain yang menurutnya barang peninggalan perang dunia kedua.

 

 

“Yang mana sampai sekarang lokasi atau titik belum diketahui, sehingga menjadi tanggung jawab kami untuk dapat menemukannya kembali. Karena dapat membahayakan warga sekitar,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here