Debat terbuka calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah Pilkada Kabupaten Jayawijaya 2018. (Ema)

WAMENA (LINTAS  PAPUA) – Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengungkapkan, mulai 4 Juli pihaknya akan menjemput paksa hasil rekapitulasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang masih tertahan dan belum disampaikan ke KPU Jayawijaya.

Hal ini diungkapkannya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (03/07/2018)

“Kita kasih waktu hari ini dan besok  harus menyerahkan hasil pemungutan suara ke KPU Jayawijaya, untuk dilakukan pleno dan dilanjutkan lagi ke tingkat provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 40 Panitia Pemilihan Distrik (PPD) penyelenggara pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, baru 24 distrik yang sudah menyerahkan hasil pemilihan dan rekapitulasi ke KPU.

“Jadi masih ada 16 distrik yang belum menyerahkan hasil pemungutan suara ke KPU, untuk diplenokan di tingkat kabupaten,” katanya.

Kapolres juga mengatakan, lima tim yang dibentuk untuk menjemput paksa hasil pleno tingkat distrik ini terdiri dari personel polisi, TNI dan penyelenggara pemilihan umum.

Ia juga mengatakan, semua distrik di Jayawijaya sudah menyelesaikan proses pencoblosan dan perhitungan suara namun belasan distrik itu belum menyerahkan ke KPU Jayawijaya.

“Pleno distrik sudah selesai, tetapi masih ada hambatan-hambatan mungkin administrasi, namun tim akan turun untuk mengambil surat suara tersebut,” katanya.

Setelah melakukan penjemputan hasil rekapitulasi dari PPD, KPU Jayawijaya dan kepolisian, berencana untuk melakukan pleno Bupati dan Wakil Bupati lebih dahulu lalu dilanjutkan dengan pleno suara Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Kepolisian Jayawijaya juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat, yang antusias untuk menyalurkan hak politik pada 27 Juni lalu.

Yang mana hal tersebut menunjukan keterbukaan masyarakat dalam berdemokrasi serta dengan sadar menggunakan hak pilihnya. (Vin/nn / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)