Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional  2018 Akan Dipusatkan di Nimbokrang

0
903
Foto Bersama Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro bersama sejumlah Kepala OPD di Lingkup Pemkab Jayapura  dengan Pengurus FKUB Kabupaten Jayapura, usai pertemuan atau audiens di VIP Room Kantor Bupati Jayapura, Selasa (13/2/2018) siang. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)
Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, dalam sebuah kegiatan. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayapura memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2018, Kamis (5/7/2018) pagi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei ini dimulai dengan melakukan pemeriksaan kesehatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara SMA Yapis, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura itu diikuti kurang lebih 250 orang lansia dari berbagai kampung se-Distrik Nimbokrang, lalu acara dilanjutkan dengan pembukaan seremonial oleh Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Jayapura, Alex R. Dusay, S.H.

Dalam sambutan Menteri Sosial (Mensos) RI, Idrus Marham yang dibacakan Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro menyampaikan, latar belakang ditetapkannya tanggal 29 Mei sebagai hari lanjut usia nasonal (HLUN) itu sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai historis dan strategis bangsa Indonesia.

Tema yang diangkat dalam peringatan HLUN 2018 ini, Lansia Sejahtera, Masyarakat Sejahtera.

Jadi, tema ini mengandung arti bahwa semua pihak harus berperan serta dalam menciptakan konisi pada lanjut usia dalam suasana aman dan sentosa yang terlepas dari segala macam gangguan. Sehingga tercipta perasaan senang dan tenteram dalam kehidupan masyarakat kita, ucapnya.

Lanjutnya menyampaikan, pemerintah Indonesia mempunyai komitmen yang kuat terhadap kesejahteraan sosial lanjut usia.

Hal ini tercermin dengan telah diterbitkannya berbagai perangkat peraturan perundang-undangan (Perpu) tentang penanganan lanjut usia, yang cukup memadai sebagai landasan atau pedoman bagi penyelenggaraan kesejahteraan lanjut usia di Indonesia. Yakni, Undang-Undang (UU) Nomor 3 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia.

Demikian juga dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tahun 2004 tentang pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. Kemudian juga ada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60 tahun 2008 tentang pembentukan komisi daerah dalam penanganan lanjut usia di daerahnya. Lalu yang terbaru adalah Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 4 tahun 2017 tentang kawasan ramah lanjut usia, bebernya.

“Sebagai pelaksana pembangunan kesejahteraan sosial, saya merasakan betapa peran lanjut usia sangat penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia, sambungnya.

Menurutnya, para lanjut usia (Lansia) adalah tokoh yang dpaat berfungsi dan juga berperan sebagai pemelihara nilai dan norma sosial serta penajag rambu-rambu sosial.

Diiringi dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap melemahnya nilai-nilai kesetiakawanan sosial, kita sangat berharap peran serta dari para lanjut usia dapat menjadi signifikan untuk menanamkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial kepada generasi muda di Indonesia, harapnya. (Irfan / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here