Bank Indonesia Gelar Pasar Murah, Kendalikan Kenaikan Harga Barang

0
540

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bank Indonesia mengelar Pasar Murah Non tunai guna mengendalikan Inflasi menjelang lebaran yang di buka oleh Walikota Jayapura, perwakilan Provinsi Papua, Pimpinan Bulog Provinsi Papua, Pimpinan BUMN yang berada di Jayapura, dan Perbankan, Rabu(6/6/2018),Taman Imbi Jayapura. Di pasar murah ini, Pedagang binaan Bank Indonesia menjual semua komoditi dari bahan pangan, sayur mayur, telur, ikan, daging sapi hingga bahan olahan lainnya.produk yang menjadi Primadona dalam pasar murah 2018 adalah telur, daging sapi, cabe, bawang merah dan bawang putih.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto. (Fransisca/HPP)

 

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto, menyampaikan tujuan kegiatan Pasar Murah rutin setiap tahun untuk menghindari kenaikan harga(Inflasi), serta tujuan kegiatan ini.

“Pasar ini dilaksanakan setiap tahun untuk menghindari kenaikan harga produk pangan di Jayapura, biasanya kenaikan harga atau Inflasi mengalami kenaikan karena ketidakpastian cuaca yang mempengaruhi pengiriman kebutuhan pokok.Pasar murah menampilkan berbagai komoditi kebutuhan hari Raya.

Ditambahkan, bahwa tujuan Pasar Murah ini menjaga inflasi di level rendah, penyediaan uang tunai memasuki lebaran, penyediaan uang tunai pecahan dua puluh ribu ke bawah, pasar murah non tunai, pengunaan uang elektronik, mengedukasi masyarakat untuk mengunakan instrumen non tunai menghindari pemalsuan uang, mengurangi biaya pencetakan uang.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM, menjamin persediaan pangan Jayapura tidak akan kurang, siap menindak pedagang yang menaikan harga seenaknya,mengajak masyarakat mencintai produk lokal Papua.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM., saat membawakan sambutan pada acara Pasar Murah. (Fransisca /LP)

 

“Pemerintah Kota maupun Provinsi bertugas menjaga ketersedian bahan pangan untuk masyarakatnya. Pasar ini bagi yang kurang mampu atau uang membutuhkan. Kami Pemkot menjamin sembilan bahan pokok supaya harga terjaga. menertibkan bahan pokok yang mencapai kenaikan tidak wajar,” ujar Wali Kota Putra Asli Port Numbay ini.

Dirinya  mengajak,  masyarakat Kota Jayapura untuk mengkonsumsi bahan pokok asli Papua, beras,bawang merah, bawang putih dari Koya, telur peternakan di Holtekam, karena lebih segar, baru, baik di konsumsi dan menimbulkan kecintaan terhadap produk lokal.”ungkapnya.

Pelaksana Satgas Pangan Polda Papua,  AKBP Adof Marsyom,  menegaskan, bahwa pihaknya  siap memberikan sanksi tegas bagi pedagang di Jayapura yang menaikan harga barang tidak wajar.

 

Pelaksana Satgas Pangan Polda Papua,  AKBP Adof Marsyom, saat diwawancara. (Fransisca /HPP)

“Bila menemui harga produk terlalu mahal bisa di laporkan kepada kami, menyertakan Foto harga produk atau kwitansi pembelian, lalu datang ke Satgas Pangan Polda Papua, Reserse kriminal khusus Polda Papua, Subdit satu Indaksi disana ada polisi ekonomi yang akan melakukan sidak dengan sanksi tegas bagi yang memanfaatkan kesempatan menaikan harga tidak wajar. Kami siap memberikan sangsi tegas.”katanya.

 

Setelah Pasar Murah ini resmi di buka, selanjutnya para pejabat pemerintah kota dan BUMN meninjau juga berdialog langsung dengan para pembeli serta pedagang.menurut survei harga jual produk di Pasar Murah ini memiliki harga selisih lebih murah sekitar sepuluh ribu dari pasaran.(Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here