Wali Kota BTM : Jangan Timbun Sembako dan Mainkan Harga Jelang Idul Fitri

0
444
Wali kota Jayapura bersama rombongan saat melakukan sidak salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jayapura. (Elsye Sanyi / HPP)
Wali kota Jayapura bersama rombongan saat melakukan sidak salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jayapura. (Elsye Sanyi / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Menyambut Hari Idul Fitri pada 15 Juni mendatang, dan mengecek ketersediaan pangan serta kestabilan harga sembilan bahan pokok (sembako), maka Wali Kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa tempat perbelanjaan diantaranya Hypermart Mal Jayapura, Pasar Tradisional Hamadi dan U.D. Kharisma di Entrop, sebagai sample bagi sejumlah pusat perbelanjaan diwilayah Kota Jayapura, baru-baru ini.

 

Dalam monitoring tersebut, Wali Kota Jayapura didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Plt. Balai Besar POM di Kota Jayapura, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jayapura, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jayapura, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kota Jayapura, beserta sejumlah Aparatur Sipil Negara dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

 

Usai melakukan sidak dari berbagai bahan pokok antara lain beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, bawang merah, cabai, bawang putih serta sayuran, Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM mengatakan dalam bulan puasa hingga lebaran nanti, ketersediaan sembako masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Jayapura.

 

“Kepada distributor, saya minta tidak ada permainan harga pada puncak hari raya nanti, dan tidak ada penimbunan barang. Hal ini menjadi perhatian khusus dan saya akan menindak tegas bagi para distributor dan pengusaha yang memainkan harga untuk keuntungan mereka,” tegas Mano saat sidak di U.D. Kharisma di Kelurahan Entrop, baru-baru ini.

 

Mano juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat membeli produksi lokal yang tersedia, karena tidak berbeda jauh dengan hasil produksi dari daerah lainnya diluar Kota Jayapura.

Disamping itu juga, Mano meminta agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura agar melakukan perbaikan atau peningkatan produksi pangan lokal kedepan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (Baju Putih) memimpin jalannya monitoring dan berdiskusi dengan pengusaha market. (Fransisca)

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Joko Supratikto menyimpulkan bahwa tidak ada lonjakan harga diluar batas. Namun diakuinya, ada beberapa stok seperti telur ayam mengalami kenaikan tapi dengan tahap-tahap yang wajar.

 

“Ada perbedaan harga antara pasar modern dan pasar tradisional, tapi hal itu dinetralisir oleh yang ada di pasar tradisional. Sehingga masyarakat Kota Jayapura tidak perlu khawatir, termasuk ketersediaan stok bahan pokok juga mencukupi hingga akhir lebaran. Apabila ada penimbunan di distributor, maka Satgas Pangan akan segera menindaklanjutinya dengan tegas,” ucap Joko.

 

Dikesempatan yang sama, Plt. Balai Besar POM di Kota Jayapura Mojaza Sirait menyampaikan hingga kini pihaknya belum menemukan pangan atau sembako yang tidak terdaftar, kadaluarsa dan rusak. “Kami melihat bahwa pelaku usaha sudah memiliki kesadaran yang tinggi, dan kami sangat apresiasi, semoga kedepan semakin ditingkatkan lagi,” harapnya.

 

Sehingga pihaknya dapat memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Kota Jayapura, terutama bagi yang melaksanakan ibadah puasa, bisa menjalankan ibadah puasanya dengan lancar. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here