Kepala BKD Papua, Nicholaus Wenda, saat diwawancara. (Eriwn /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Penjabat Gubernur Papua Soedarmo direncanakan pada pagi ini, (Kamis,red), melantik Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Nicholaus Wenda sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Puncak.

Pelantikan tersebut rencananya digelar, di Ilaga, yang merupakan ibukota kabupaten pecahan dari Puncak Jaya tersebut.

Hal demikian disampaikan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri di Jayapura, Rabu (30/5/2018) petang.

“Sudah dipastikan Gubernur Soedarmo yang akan melantik Kepala BKD Papua Nicholaus Wenda sebagai Penjabat Bupati Puncak. Sebenarnya pelantikan dapat dilaksanakan pada awal pekan ini, namun Gubernur Soedarmo dipanggil Presiden Jokowi sehingga baru bisa melantik pada Kamis besok (hari ini,red),” terangnya.

Melalui pelantikan tersebut, dia berharap kondisi pelaksanaan pembangunan, pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat, dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dia pun mengimbau masyarakat Kabupaten Puncak agar dapat menerima keputusan Mendagri, yang telah menunjuk Nicholaus Wenda sebagai Penjabat Bupati.

“Kita juga harapakan dengan kondisi ini, seluruh ASN maupun Forkompinda dapat menciptakan keamanan, menjaga kenyamanan serta ketertiban di kabupaten terebut. Supaya Pilkada Bupati di Puncak maupun Pemilihan Gubernur, bisa berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Soedarmo telah melantik dan mengukuhkan empat dari tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada bupati. Empat kabupaten tersebut yakni, Penjabat Bupati Paniai, Penjabat Bupati Mamberamo Tengah dan Penjabat Sementara Bupati Biak Numfor dan Jayawijaya.

Sementara dua kabupaten sisanya, yakni Mimika dan Deiyai, dilimpahkan kepada wakil bupati setempat yang tak maju dalam Pilkada.

“Artinya Pemprov Papua menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas bupati untuk melaksanakan pemerintahan. Sebab memang ada daerah juga yang masih panjang masa jabatannya. Contohnya, bupati dan wakil bupati Jayawijaya yang nanti habis akhir tahun ini. Makanya di Wamena hanya dikukuhkan penjabat sementara,” pungkasnya.(Erwin  / Koran Harian Pagi Papua)