JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM.,  memimpin monitoring lapangan atau operasi pasar, dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, bersama seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, didampingi pinpinan Bank Indonesia Papua, BP POM Jayapura, Pertamina dan pendukung perekonomian Jayapura, untuk mengambil kesimpulan contoh harga kebutuhan pokok Jayapura. Kamis (31/5/2018)

 

Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM.mengawali agenda sidak pasar ini mengharapkan, masyarakat Jayapura mengkonsumsi makanan sehat, terhindar produk kadaluarsa.

 

“Hari ini kita melihat gudang, supermarket, di kota Jayapura. Jangan sampai warga saya makan makanan kadarluarsa. Harus makan makanan yang sehat. Distributor dan pengusaha di Jayapura harus bersatu, bekerjasama. saya rasa suasana kota Jayapura cukup kondusif.”tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Bapeda kota Jayapura, Rory Cony, menjelaskan lokasi sidak, rute perjalanan sidak.

 

“Kita akan mengawali sidak pasar ini dari supermarket, pasar tradisional, gudang ditributor bahan makanan. rute kita awali dari pusat Kota Jayapura, Jayapura Selatan, Abepura dan berakhir di sekitar supermarket di  Padang Bulan,”katanya.

Ketua Bapeda kota Jayapura, Rory Cony, (Fransisca)

 

 

Setelah mengunjungi supermarket, pasar, pergudangan di kota Jayapura, maka Walikota Jayapura, kepala kantor Bank Indonesia perwakilan Papua dan Plt Balai Besar POM Papua menyampaikan kesimpulan dari sidak oprasi pasar jelang Idul Fitri.

 

Senada dengan itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia,  Joko Supratikto menjelaskan, berdasarkan sidak kunjungan ke pasar, harga telur mengalami kenaikan wajar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia,  Joko Supratikto. (Fransisca)

 

 

“Tidak ada lonjakan harga di luar batas, memang ada beberapa yang mengalami kenaikan namun wajar, ada perbedaan harga di beberapa di pasar modern maupun yang ada di pasar tradisional, tapi itu di netralisir oleh pasar tradisional.kemudian memang kalo dari sisi stoknya akan mencukupi sampai dengan akhir lebaran,” katanya.

Ditamabhkan, bahwa kemungkinan ada lonjakan harga telor, namun  di gudang stoknya mencukupi, tidak akan menimbulkan inflansi. kalau nanti ada lonjakan akan di tindak lanjuti bersama-sama.

Plt Balai Besar POM Jayapura, Mojaza Sirait, S.Si., Apt,. (Fransisca)

 

Sedangkan , Plt Balai Besar POM Jayapura, Mojaza Sirait, S.Si., Apt, memastikan keamanan pangan supaya masyarakat Jayapura melaksanakan ibadah puasa dengan lancar, kebutuhan Idul Fitri Aman

 

“Sejauh ini kita menemukan tidak terlalu banyak lagi pangan yang rusak kadarluarsa dan tidak terdaftar terutama dari kadarluarsa, sehingga kami melihat bahwa pelaku usaha sudah memiliki kesadaran baik dan kesadaran yang tinggi,” tuturnya.

Wali Kota BTM bersama para pejabat saat monitoring kualitas daging ayam dalam market. (Fransisca)

Mojaza Sirait menambahkan, bahwa kegoiayan ini pihaknhya  menghargai. “Kami apresiasi dan semoga kedepan semakin di tingkatkan lagi.pengawasan makanan buka puasa juga kita rutin lakukan survei hasilnya sampai sekarang tidak menemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya,”tuturnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM, menghimbau agar tidak ada pihak yang menimbun barang dan mengambil keuntungan.mengajak masyarakat mengunakan bahan lokal Papua.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (Baju Putih) memimpin jalannya monitoring dan berdiskusi dengan pengusaha market. (Fransisca)

 

“Kepada masyarakat saya sampaikan untuk bulan puasa sampai dengan lebaran nanti ketersediaan 9 bahan pokok cukup untuk masyarakat kota jayapura dan kepada distributor, saya minta tidak ada permainan harga pada puncak hari raya nanti,” katanya berpesan.

Ditambahkan, bahwa juga  tidak ada penimbunan barang, hal ini menjadi perhatian khusus walikota jayapura akan menindak tegas bagi para distributor.  “Juga pengusaha yang memainkan harga demi keuntungan mereka, ini tidak boleh di lakukan. kita juga bisa memakai produksi lokal Papua yang tersedia,” tandasnya mengajak para pengusaha  untuk memberikan harga sewajarnya bagi masyarakat.  (Fransisca)