Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Papua, Mayjen TNI Marinir (Purn) Buyung Lalana, ketika menyerahkan bendera pataka Wushu kepada Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Indonesia Jayapura yang baru dilantik, Mayor Inf. John F. Dahar. (Irfan /HPP)

 

 

SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Papua, Mayjen TNI Marinir (Purn) Buyung Lalana melantik pengurus kabupaten (Pengkab) Wushu Indonesia Jayapura, masa bhakti 2018-2022.

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, Ketua harian KONI Kabupaten Jayapura, Dr. Frans yoku, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, dan unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura.

Ketua Pengprov Wushu Indonesia Papua, Mayjen TNI Marinir (Purn) Buyung Lalana mengatakan, setelah pelantikan pengurus kabupaten (Pengkab) Wushu di Kabupaten Jayapura ini, pihaknya juga akan melantik pengurus kabupaten (Pengkab) Wushu di dua kabupaten lagi, yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.

Jadi setelah ini, kita akan melantik lagi dua kabupaten yaitu Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi. Tadi (kemarin sore) barusan saja kita menyaksikan pelantikan pengurus wushu di dua kabupaten yaitu, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika, katanya kepada wartawan harian ini usai acara pelantikan, Jumat (25/5/2018) di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Lanjut dikatakan Buyung, dengan kehadiran atau dilantiknya pengurus kabupaten (Pengkab) Wushu ini, untuk lebih mempermudah dalam mencari bibit-bibit baru yang terbaik dengan mental dan karakter ksatria.

Kita siap cabang olahraga (Cabor) wushu ini dipertandingkan di iven PON XX tahun 2020 nanti. Itu baru sasaran antaranya saja. Tapi, lebih jauh kita ingin membangun karakter anak-anak atau pemuda yang ada di daerah ini sebagai olahragawan yang berkarakter ksatria, berani serta bertanggungjawab baik terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Buyung.

“Kemudian cabang olahraga wushu ini juga dipertandingkan di tingkat internasional seperti di Asian Games, Sea Games dan Olimpiade. Nah, untuk itu kita juga harus mampu nanti di ajang Asian Games atau Sea Games berikutnya, saya yakin dengan keseriusan dan juga kesungguhan maka kita akan mewujudkan putra-putri kita bisa berbicara di tingkat internasional,” tuturnya.

“Karena dilihat dari postur tubuh, banyak anak-anak kita yang mempunyai postur tubuh yang ideal dan bagus. Ini merupakan potensi bagi kita di cabor wuhus, tambahnya.

Buyung mengimbau, kepada seluruh komponen bangsa yang ada di Provinsi Papua, khususnya pengurus wushu di Kabupaten Jayapura ini dapat menggelorakan semangat olahraga khususnya cabang olahraga bela diri wushu ini sebagai wujud pembangunan karakter.

“Saya yakin dengan kesungguhan dan juga keseriusan seluruh komponen baik mulai dari pelatih, manajer, pemerintah daerah, KONI dan Dinas Pemuda Olahraga harus mendukung untuk menggelorakan cabor wushu ini. Terbukti pada bulan Mei 2018 lalu di kejuaraan nasional (Kejurnas) yang diselenggrakan di Semarang, kita Provinsi Papua mampu menunjukkan dengan meraih dua emas,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, diharapkan bisa mempertahankan prestasi dua emas tersebut, kalau perlu kita tambah lagi perolehan medali emas untuk cabang olahraga wushu pada iven PON XX nanti, tukas Buyung Lalana yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Olahraga Selam Indonesia.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Jayapura, Dr. Frans Yoku mengatakan, bahwa cabang olahraga (Cabor) wushu ini termasuk cabang olahraga yang baru.

Jadi, olahraga bela diri wushu ini termasuk cabang olahraga yang baru di Kabupaten Jayapura yang kepengurusannya sudah dilantik hari ini (kemarin sore). Untuk itu, kami dari KONI beri apresiasi kepada pengurus kabupaten yang baru dilantik, ujarnya.

Ada beberapa hal yang disampaikan pihak KONI Kabupaten Jayapura, kata Frans Yoku, seperti banyaknya cabang olahraga (Cabor) saat ini sudah bertambah, yakni sudah hampir 40 cabor. Termasuk wushu yang belum didaftarkan, walaupun kepengurusan barunya sudah dilantik.

Kendala yang dihadapi oleh kami di KONI, itu adalah masalah dana. Untuk itu, kami harap pemerintah daerah dan juga DPRD bisa pertimbangkan proposal yang telah diusulkan oleh pihak KONI sebagai induk organisasi. Karena itu untuk kepentingan pembinaan cabang olahraga, apalagi cabor sudah bertambah banyak namun dana tidak bertambah. Kami berharap hal ini bisa diperhatikan oleh pmerintah, harapnya.

Sekedar diketahui, pelantikan pengurus wushu Kabupaten Jayapura ini dilakukan bersamaan dengan pengurus wushu Kabupaten Mimika. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)