SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemuda Kristen di Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam GAMKI dan GMKI bersama Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) menggelar Ibadah perayaan Pantekosta II, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/5/2018) siang.

Selain pemuda Kristen dan PGGJ, ibadah perayaan Pantekosta II ini juga diikuti pimpinan denominasi gereja dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura.

Ibadah dihadiri sekitar 150 orang jemaat dan tamu undangan. Hadir juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK, M.H., M.Si., dan Ketua PGGJ Pdt. Robbi Depondoiye, S.TH, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengatakan, perayaan ibadah Pantekosta ini dilakukan oleh pemuda-pemuda Kristen yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Ya, pemuda-pemuda Jayapura ini yang gelar ibadah Pantekosta. Jangan kan pemuda, gereja saja disuruh kumpul sangat susah. Oleh karena itu, kita kasi tau Ketua PGGJ untuk coba melakukan koordinasi-koordinasi dengan pemuda terlebih dahulu. Gereja nya nanti lah, pemuda nya dulu tuk buat ibadah bersama, ujar Mathius.

“Hari ini (kemarin) luar biasa, meskipun dalam keterbatasan. Mudah-mudahan kedepan kita coba terus buat. Supaya ini menjadi kekuatan, dan tidak boleh pemuda ada dimana-man, namun pemuda harus ada dalam satu semangat. Kalau lewat ibadah seperti ini kan, mereka tidak bisa berbeda pendapat. Begitupun juga kalau Firman Tuhan sudah bicara, mereka mengamini dan akan berjalan bersama-sama,” sambungnya.

Lanjut Mathius menyampaikan, wadah ini sangat efektif untuk pembinaan pemuda kedepan.

Jadi kita berharap Jayapura kedepan, sebagai Jayapura yang benar-benar digerakkan oleh semangat Oikumene seperti ini. Harus ada perubahan-perubahan karakter bisa kita lakukan, jika pemuda di daerah ini bersatu. Karena kedepannya kita punya agenda-agenda besar agar pemuda jangan salah melangkah dan mengerti.

“Mudah-mudahan kita bisa atur lebih baik lagi secara rutin, bagaimana pembinaan ini bisa terarah,” kata Mathius Awoitauw. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)