Bupati Jayapura Siap Pecat ASN  Yang  Terlibat Gerakan Radikalisme

0
397
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat diwawancara. (Irfan ./ HPP)

Bupati Mathius  Awoitauw Imbau ASN dan Masyarakat Tak Boleh Rusak Stabilitas Keamanan

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Tragedi kerusuhan di Mako Brimob dan kemudian terjadi lagi peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja yang ada di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018) pekan lalu itu membuat situasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia memanas.

 

Dikarenakan banyak korban yang tak berdosa berjatuhan baik kejadian di Mako Brimob terlebih peristiwa di tiga Gereja yang ada di Kota Surabaya.

Bahkan di Sosial Media (MedSos), berseliweran masyarakat kebanyakan yang mengupload status tentang kejadian di tiga gereja itu yang sengaja dilakukan oleh teroris saat umat Kristiani sedang melakukan ibadah Minggu pagi.

 

Sontak status yang mayoritas di upload oleh berbagai kalangan masyarakat dan bahkan dari Aparat Sipil Negara (ASN) itu memunculkan perdebatan dan hujatan satu dengan yang lain.

 

Tak mau hal ini terjadi di Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, pada apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Senin (14/5/18) kemarin langsung mengambil langkah dalam bentuk imbauan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk tidak membuat tindakan yang merusak stabilitas kemanan di Bumi Khenambay Umbay.

 

Justru sebaliknya, Mathius selaku orang nomor satu di Bumi Khenambay Umbay berharap agar ASN dan masyarakat membantu aparat keamanan jika terjadi sesuatu di tengah-tengah masyarakat serta membangun solidaritas antar umat beragama, suku dan ras.

 

 

“Nah, hal itu sudah kita serukan tadi (kemarin) di apel pagi. Kalau ada pegawai dan masyarakat yang menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan apa yang diarahkan oleh kepala daerah itu tidak ada hubungannya dengan Kabupaten Jayapura,” imbuhnya kepada wartawan usai kegiatan Apel Siaga Nasional Partai NasDem Provinsi Papua, di Halaman Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Jalan Raya Waena Sentani, Distrik Heram, Kota Jayapura.

 

“Dan saya mohon agar PNS di Kabupaten Jayapura tidak membuat gerakan tambahan diluar dari apa yang kepala daerah sampaikan, apalagi kan dia sebagai pegawai negri sipil. Sebab pegawai adalah bagian dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, maka itu apapun yang sudah presiden seru kan, harus kita semua amankan seruan itu,” pintanya.

Apalagi kata Mathius, Kabupaten Jayapura telah dicanangkan sebagai zona integritas kerukunan umat beragama. Sehingga dalam situasi apapun yang terjadi baik diluar Kabupaten Jayapura maupun didalam Kabupaten Jayapura, semua pihak ikut bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan kekeluargaan yang telah dibangun selama ini.

“Ya, pada hari Jumat lalu, kita juga telah melakukan pertemuan dengan Kementrian Agama Republik Indonesia untuk melaporkan situasi sebenarnya tentang Kabupaten Jayapura. Dimana, kita sampaikan bahwa situasi yang terjadi di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu itu adalah situasional dan hal yang biasa di masyarakat dan Kabupaten Jayapura dengan tokoh masyarakat telah menyelesaikan itu semua dengan cara kekeluargaan,” terangnya.

“Nah, kalau ada orang lain diluar Kabupaten Jayapura yang sibuk mengurus itu, kita sudah sampaikkan ke Kementrian agama untuk menghentikan nya karena mereka tidak ada hubungannya dengan masyarakat di Kabupaten Jayapura,” tambahnya.

Menurut Mathius, masalah di Kabupaten Jayapura adalah kebutuhan masyarakat atau umat yang ada di Kabupaten Jayapura sehingga tidak boleh ada orang luar yang harus sibuk mengurus itu.

“Sebab, logikanya tidak ada. Makanya kita sudah sampaikan semua ke Kementerian Agama RI. Dan apa yang terjadi di Surabaya, sudah kita nyatakan tadi di apel pagi dalam bentuk pernyataan sikap agar seluruh pegawai membantu menjaga suasana damai, menebarkan hal-hal yang baik dan membantu memberikan informasi kepada pihak keamanan bila menemukan sesuatu yang janggal ditengah masyarakat. Namun Intinya, semua bertanggungjawab menjaga kedamaian di Kabupaten Jayapura,” cetus Mathius Awoitauw diakhir wawancaranya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here