SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat yang mendapatkan gaji serta tunjangan kinerja oleh Negara dengan jumlah yang lumayan besar, sehingga tak heran jika banyak orang yang ingin menjadi ASN.

Tetapi, jika kinerja ASN tidak sesuai dengan gaji dan tunjangan yang diberikan, apakah Negara menngalami kerugian atau tidak?. Pastinya mengalami kerugian, karena membayar ASN yang tidak maksimal dalam melayani masyarakat serta mendukung program pemerintah.

Nah, yang menarik di Kabupaten Jayapura, ada seorang pria yang berdiri dari pukul 7.30 WIT hingga pukul 9.00 WIT di depan pintu gerbang Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. Siapakah dia dan apa yang dia lakukan?.

Ternyata orang itu adalah Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro. Ya, pria yang lahir besar di Wamena (Labewa) itu sedang mengecek kehadiran ASN dilingkup Pemkab Jayapura. Dimana, saat dirinya keluar dari ruang kerjanya sangat jarang melihat ASN yang hadir di kantor yang ia pimpin tersebut.

“Jadi, saya berdiri disini untuk mengecek kehadiran ASN karena saat bupati keluar daerah, banyak informasi yang saya terima kalau banyak ASN yang sering membiasakan diri datang terlambat ke kantor bupati. Sehingga saya lakukan pengecekan,” ujar Giri saat berbincang-bincang dengan harian ini usai mengecek kehadiran ASN, di Halaman Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kamis (3/5).

Menurutnya, apa yang dia lakukan untuk mengajarkan disiplin kepada ASN di lingkup Pemkab Jayapura.

“Karena ketika kita sudah disiplin, saya yakin kita akan jadi orang yang terbiasa bergerak sesuai dengan apa yang harus kita kerjakan. Jadi, jangan membiarkan hal yang seharusnya kita bergerak malah kita diam saja. Itu akan membuat kita jadi malas,” imbuhnya.

“Yang saya mau, jiwa kita bergerak dengan sendirinya bahwa ini adalah kewajiban-kewajiban kita sebagai abdi negara. Masa waktunya jam 8 sampai 9 masih ada yang belum masuk kantor, ini kan merugikan uang Negara,” ungkapnya.

“Tapi mudah-mudahan, kedepannya ikhlas ya. Bukan karena takut pimpinan tapi harus dengan keikhlasan hati kita supaya hasilnya baik untuk diri sendiri dan untuk semua orang,” tambahnya.

Ketika ditanyakan terkait sanksi kepada pegawai yang terlambat ngantor, jawab Wabup Giri, pihaknya belum mengutamakan sanksi, tapi kesadaran pegawai.

“Kalau semua sudah sadar, kan indah ya. Makanya kita benahi pelan-pelan dulu. Mungkin seperti itu,” tutupnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)