Ketua Tim Enam, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, didampingi Anggotanya seperti DR. H. Toni Wanggai, S.Ag, M.A., Drs. K.H. Umar Bauw Al-Bintuni, M.M., Pdt. Hosea Taudufu, S.Th, Pdt. Robbi Depondo (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Tim Pengkaji dan Perumus Penyelesaian Masalah Kerukunan Umat Beragama atau sering disebut Tim Enam (6) menyerahkan hasil kerja kerukunan umat beragama kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (23/4/2018).

Penyerahan hasil kerja Tim Enam dilakukan oleh Ketua Tim Enam, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, didampingi Anggotanya seperti DR. H. Toni Wanggai, S.Ag, M.A., Drs. K.H. Umar Bauw Al-Bintuni, M.M., Pdt. Hosea Taudufu, S.Th, Pdt. Robbi Depondoye, S.Th, dan Nurdin Sanmas, S.HI., kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, yang disaksikan Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Nova Ismailiyanto dan Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon.

Juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura Oktovianus Napo, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Papua, FKUB Provinsi Papua/Kabupaten Jayapura dan pengurus PGGJ serta pengurus Pembangunan Masjid Agung Al-Aqsha Sentani.

Di Sentani, Jayapura, remaja masjid menyampaikan salam Paskah. Letak gereja persis di seberang Masjid Raya Sentani. (istimewa)

Ketua Tim 6, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, mengatakan sesuai surat tugas Bupati Jayapura Nomor: 415/0287/SET tertanggal 19 Maret 2018 tentang Tim Pengkaji dan Perumus Penyelesaian Masalah kerukunan Umat Beragama yang bertugas untuk memediasi surat masuk baik dari PGGJ, MUI Provinsi Papua dan MUI Kabupaten Jayapura.

Tim enam yang diketuai oleh saya dan terdiri dari enam (6) orang anggota itu telah melakukan tugasnya secara bertahap dengan pola dengar pendapat secara terpisah pada tanggal 26 Maret 2018 lalu dengan PGGJ dan tanggal 27 Maret 2018 dengan MUI Kabupaten Jayapura, kata Pdt. Alberth Yoku, S.Th, dalam pernyataan sikapnya disela-sela Rapat atau Pertemuan terkait Hasil Kerja Tim Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Jayapura, Senin (23/4/2018) siang.

Sehingga hasil dari dua pertemuan ini dikaji lagi oleh kami Tim 6 dalam rapat-rapat sampai dengan tanggal 4 April 2018, rapat bersama Pemkab Jayapura yang dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Plt Kepala Badan Kesbangpol dan Plh. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura itu menghasilkan draf final hasil kerja tim 6 dengan berpedoman pada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, sambungnya.

Ketua MUI Papua, Toni Wanggai bersama Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat menghadiri pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di SMK YPKP Sentani, Selasa (20/3/2018) pagi.

Lanjutnya, komitmen-komitmen yang sah dan mengikat di Kabupaten jayapura seperti dengan semboyan, Khenambay Umbay (Satu Utuh Ceria Berkarya Meraih Kejayaan) dan pencanangan Kabupaten Jayapura sebagai zona integritas kerukunan umat beragama pada tanggal 28 Mei 2016.

Maka itu kami dari Tim 6 sampaikan hasil kerja sebagaimana tertuang dalam lembaran ini dan semoga semua pihak tetap dalam semangat rukun serta damai, imbuhnya.

Kesepakatan Damai Ummat Beragama Kabupaten Jayapura

Pembangunan Menara Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, tingginya disamakan dengan Kubah Masjid dengan berpedoman pada surat Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Nomor: AU/06/143/KOBU/WIL XI/2018, tertanggal 3 April 2018. Selisih biaya ketinggian menara masjid menjadi tanggungjawab Pemkab Jayapura sesuai dengan PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2008

Terkait dengan delapan (8) butir pernyataan sikap PGGJ tanggal 15 Maret 2018 diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mengaturnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi keberlangsungan kehidupan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura

Dalam mewujudkan Kabupaten Jayapura sebagai zona integritas kerukunan, maka perlu di bangun rumah-rumah ibadah yang menjadi simbol keberagaman agam di daerah ini.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat membawakan sambutannya. (Irfan/HPP)

Dalam menjaga dan memelihara kerukunan hidup antar umat beragama di Kabupaten Jayapura, maka perlu dilakukan dialog lintas agama dan kerjasama pelayanan sosial yang diatur jadwalnya oleh FKUB Kabupaten Jayapura, dan

Perlu diterbitkan sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang mengacu pada semangat Khenambay Umbay dan juga Zona Integritas Kerukunan sebagai roh dan jiwa yang mengatur kehidupan semua anak bangsa yang tinggal dan menetap di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura. . (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)