Untuk sampai di kali itu, hanya menempuh perjalanan sejauh 200 meter dari ruas jalan protokol Sentani – Jayapura, tepatnya di belakang lokasi pembangunan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan. (Lea/ Koran Harian Pagi Papua))

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Bendungan Kali Makanuai Kampung Harapan, Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura  kini menjadi salah satu objek wisata menarik yang wajib dikunjungi.

 

Setiap hari libur atau weekend, masyarakat dari berbagai penjuru di Kota/Kabupaten Jayapura menghabiskan

waktu liburan bersama keluarga serta sahabat di bendungan kali tersebut.

 

Untuk sampai di kali itu, hanya menempuh perjalanan sejauh 200 meter dari ruas jalan protokol Sentani – Jayapura,  tepatnya di belakang  lokasi pembangunan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan.

 

Objek wisata bendungan Kali Makanuai terletak di bawah kaki gunung di Desa Nolokla, Distrik Sentani Timur. Objek wisata permandian yang langsung menyatu dengan alam masih sangat asri dengan pepohonan dan rerumputan membuat tempat ini begitu sejuk dan hijau sehingga menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

 

Fasilitas permandian yang ditawarkan sangat alami karena aliran air gunung yang turun dari pegunungan mengalir di antara bebatuan sampai ke tempat dimana dibuatkan sebuah bendungan besar  dengan tembok semen  untuk menahan air.  Pada dasar baknya tetap terlihat alami dengan bebatuan – bebatuan kali,  sehingga suhu air Kali Makanuai begitu terasa dingin dan menyegarkan.

 

Disekeliling bendungan permandian nampak ada pondok – pondok yang disiapkan untuk dapat disewakan kepada para pengunjung dengan harga relatif murah yaitu  Rp100 ribu perpondoknya.  Selain itu juga ada fasilitas kamar ganti atau toiliet serta tempat sampah untuk menjaga kawasan pemandian tetap bersih.

 

Untuk tarif masuk ke lokasi permandian angat terjangkau, perorang dikenakan biaya Rp 2 ribu.  Bagi pengendara motor Rp 10 ribu dan mobil Rp 20 ribu.

 

Pihak pengelola yang juga merupakan pemilik ulayat,  Bartolomeus Ongge mengatakan  bahwa  objek wisata bendungan Kali Makanuai ini sudah mulai dibuka sejak tahun 2009,  namun belum begitu dikenal.

“Memang masih kurang pengunjung serta belum terurus dan belum ada fasilitas pendukung seperti saat ini. Namun karena adanya perhatian dari Dinas Pariwisata Provinsi Papua sekarang bendungan Kali Makanuai mulai di fungsikan dengan baik dan ramai,” katanya.

 

Karena pengunjung mulai ramai, sejak  awal Maret 2018 ini pihak pengelola melakukan penagihan karcis bagi para pengunjung.

“Ya tujuannya agar kedepannya pendapatan tersebut dapat dipergunakan untuk terus mengelola tempat wisata ini lebih baik lagi dan juga menjadi sumber pemasukan bagi Dinas Pariwisata Papua,” akunya. (Lea/ Koran Harian Pagi Papua))