Triwulan I Pertamina MOR VIII Maluku – Papua Realisasikan Premium 91.000 KL

0
459
Pengisian BBM kendaraan Motofr di SPBU. Tingginya konsumsi BBM subsidi tersebut pihak pertamina terus mengupayakan untuk melaksanakan perintah dari pemerintah pusat yakni BBM Satu Harga tidak boleh ada kenaikan hingga tahun 2019.. istimiewa)
Pengisian BBM kendaraan Motofr di SPBU. Tingginya konsumsi BBM subsidi tersebut pihak pertamina terus mengupayakan untuk melaksanakan perintah dari pemerintah pusat yakni BBM Satu Harga tidak boleh ada kenaikan hingga tahun 2019.. (istimiewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Triwulan I Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku – Papua secara over all mampu merealisasikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebanyak 91.000 KL, untuk kompesisi over all premium ini masih lebih tinggi dibandingkan BBM jenis lainnya.

“Pertalite 73,000kl, Pertamax 1.000 Kl, Dexlite 7.500 KL. Solar PSO 47,500 jadi untuk kompesisi over all premium masih lebih mendominasi untuk subsisi MOR VIII, setiap hari rata-ratanya konsumsi untuk BBM  jenis premium ini sekitar 380 Kl, Pertalite 350 Kl,” jelas Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua Eko Kristiawan kepada wartawan diruang kerjanya Kamis (19/4). Sedangkan untuk subsidi Solar 260 Kl, sementara Dexlite 30 Kl perharinya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017, di periode yang sama kata Eko konsumsi BBM jenis premium hampir sama, meskipun angkanya sedikit berbeda tetapi trendnya masih sama premium lebih tinggi.

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku – Papua konsisten merealisasikan BBM Satu Harga yang menjadi salah satu program Pemerintah. Pertamina melalui Marketing Operation Region VIII Maluku Papua telah membangun dan mengoperasikan Lembaga Penyalur (LP) di Distrik Pirime, Lanny Jaya untuk melayani penjualan BBM bersubsidi di daerah tersebut. (ISTIMEWA)

Tingginya konsumsi BBM subsidi tersebut pihak pertamina terus mengupayakan untuk melaksanakan perintah dari pemerintah pusat yakni BBM Satu Harga tidak boleh ada kenaikan hingga tahun 2019.

“Masyarakat sekarang sudah pada cerdas kok, kita hanya berharap untuk masyarakat khususnya di Papua, bahwa kendaraannya harus membutuhkan bahan bakar yang bagus untuk kenyamanan mereka, intinya kita tetap menjalankan perintah dari pusat untuk selalu menyediakan BBM subsidi maupun non subsidi,” jelasnya.

Ia menambahkan, agar kendaraan masyarakat bisa bertahan lebih lama harus membutuhkan bahan bakar yang bagus. (Nia/nn / Koran Harian Pagi Papua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here