Mamberamo Tengah Berupaya Cegah Kasus Campak-Gizi Buruk

0
401
Ilustrasi Suasana Pelayanan Kesehatan kepada anak - anak Nduga (Foto Istimewa)
Ilustrasi Obat – obatan. bagian dari pelayanan kesehatan yang harus dikontrol untuk keperluan pasien.
(Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua berupaya mencegah terjadinya kasus gizi buruk dan campak di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Marthen Sagrim menjelaskan, pihaknya mendapat informasi dari Dinkes Provinsi bahwa ada 12 kabupaten dari 28 kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua yang diprediksi menghadapi kondisi luar biasa campak dan gizi buruk.

Prediksi itu berdasar validasi data kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Menurut Marthen, salah satu di antara 12 kabupaten itu adalah Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya pencegahan.

Upaya pertama yakni membangun tim pelayanan kesehatan melalui rapat kerja kesehatan daerah yang sudah dilakukan. Ada juga penguatan tim pelayanan kesehatan ditingkat puskesmas melalui sosialisasi biaya operasional kesehatan (BOK) puskesmas.

Tim itu secara berjenjang baik di dinas maupun kepala-kepala bidang, kepala-kepala seksi hingga kepala-kepala puskesmas dan masing-masing unit kerjanya.

Terutama terkait bagaimana penyusunan rencana aksi dan lainnya sudah dilakukan. Upaya kedua yang juga sudah dilakukan yakni melalui tim riset kesehatan dasar (riskesdas) merupakan salah satu cara pendekatan langsung kepada masyarakat yang mungkin akan mendapatkan angka dan data mereka.

“Upaya lainnya yang juga sudah kami galakan pada Januari-Februari 2018 itu adalah pendataan keluarga sehat,” katanya.

Walaupun baru berjalan dan baru dilakukan pada beberapa kampung di setiap distrik yang ada, akan tetapi diharapkan bahwa ini secara maraton dilaksanakan sampai ke tingkat seluruh kampung yang ada di distrik itu maka sudah bisa diketahui keluarga sehat, mana yang sudah memiliki Kartu Papua Sehat (KPS).

Selanjutnya, keluarga mana yang sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lainnya yang ada.

“Ini upaya-upaya yang kami sudah lakukan dalam hal mengantisipasi terjadinya KLB campak dan gizi buruk,” katanya.

Upaya lainnya adalah melalui posyandu untuk mengantisipasi terjadinya KLB campak dan gizi buruk.

“Karena kami tahu, kami punya 60 kampung yang tersebar di lima distrik yang ada di Kabupaten Mamteng itulah yang menjadi perhatian dan antisipasi kami,” tambah dia. (LKBN ANTARA / MUSA . Harian Pagi Papua)

 

 

+++++++++++++++

Pramuka Akan Gelar Kemah Bela Negara

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengatakan pihaknya akan menggelar Kemah Bela Negara tingkat Nasional (KBNN) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kegiatan Kemah Bela Negara tersebut merupakan kegiatan angkatan pertama, selanjutnya juga akan dilaksanakan di Papua dan Nusa Tenggara Timur,” kata Adhyaksa di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Kemah Bela Negara yang akan digelar di perbatasan Indonesia-Malaysia itu diselenggarakan pada 2-7 Mei 2018.

Jumlah peserta, kata dia, 2.174 orang yang terdiri dari Kwarcab di Provinsi Kaltara dan perwakilan Kwarda seluruh provinsi.

Kemah Bela Negara, lanjut dia, akan menjadi peristiwa besar untuk membentuk generasi muda yang patriotik dan merasa bertanggung jawab mempertahankan kedaulatan NKRI.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengapresiasi kegiatan Pramuka tersebut. Pembinaan kesadaran bela negara kepada generasi muda harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

“Pembinaan kesadaran bela negara adalah salah satu tugas Kemhan. Dengan dibantu oleh Pramuka, maka akan semakin cepat tercapainya target Kemhan dalam mencetak kader bela negara,” katanya. (LKBN ANTARA / HPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here