JWW Menilai Pentingnya  Panti Rehabilitasi Nakoba di Papua

0
321
John Wempi Wetipo, dalam sebuah kegiatan kampanye. (ISTIMEWA)

WAMENA (LINTAS PAPUA)  – Calon Gubernur Papua,  John Wempi Wetipo mengaku prihatin di Papuaa tidak ada rumah rehabilitasi korban Narkoba padahal persoalan Narkoba yang di Papua korbannya hampir 90 persen anak – anak Papua.

“Waktu kita tes narkoba ada keluhan di BNN kalo di Papua ini tidak ada Panti rehabilitasi korban narkoba, padahal hampir 90 persen anak-anak Papua,” ujar  John Wempi Wetipo, Kamis (19/04/2018).

Untuk itu, kata Wempi Wetipo, ketika kita kampanye di wilayah tabi kita langsung mendatangi Lapas Narkoba Doyo Baru dan ternyata benar, hampir separuh besar anak-anak Papua ada sana.

Calon Gubernur Nomor urut dua ini mengakui, di Lapas Doyo kita mendengar langsung keluhan mereka, dimana mereka harus menjalani rehabilitasi di luar Papua dan itu butuh biaya yang mahal, selain itu tidak ada pelatihan bagi mereka.

“Mereka ingin ada panti rehab di Papua, kemudia mereka juga harus mendapat pelatihan dunia kerja sehingga ketika mereka keluar langsung memulai dunia kerja tidak lagi ke masa lalu mereka,” tutur Wempi Wetipo

Sehingga, kata Wempi Wetipo, hal ini akan menjadi perhatian serius dirinya dan HMS jika Tuhan berkenan kita Pimpin Papua mahal ini akan menjadi satu ‘Pekerjaan Rumah’ yang harus kita selesaikan bersama Badan Narkotika Papua.

 

Sebelumnya kepada wartawan di Jayapura Kepala BNN Jayapura, Ariato,  kapada wartawan di Sentani, Rabu (20/9/2017) lalu mengaku dalam kurung waktu satu tahun, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Jayapura tengah melakukan rehabilitasi 54 pengguna narkoba, ada yang di rujuk ada yang rehabilitasi di tempat.

“Ke 54 orang yang sedang direhabilitasi paling banyak pelajar, mereka ada yang  pecandu, penyalahgunaan dan korban penyalahgunaan narkoba,” kata kepala BNN Jayapura, Ariato.

Dari jumlah tersebut dua orang yang sudah di rujuk untuk direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Baduha Makassar. Sedang sisanya dilakukan rehab rawat jalan, agar tidak menggangu aktivitas belajar di sekolah.

Proses rahabilitasi ini dilakukan untuk menyembuhkan mereka yang terlibat narkoba, namun ada juga penguna narkoba yang tidak mau melapor untuk di rehabilitasi karena takut.

Diakui, kendala BNN selama ini tidak memiliki panti rehabilitasi di Papua, sehingga BNN berharap ada perhatian serius dari pemerintah provinsi Papua dan kabupaten kota untuk membangun panti rehabilitasi. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here