Pastor Dekenat Kunjungi Tevalma, Layani Baptis dan Sakramen Nikah

Laporan :  Arief Nugroho, KEEROM (Wartawan HPP di Keerom)

 

Makna dari kegiatan Paskah kali ini terasa sangat istimewa bagi kaum Kristiani dan Katholik di Keerom. Hal ini seperti yang dirasakan dan dilaksanakan oleh Pastori / Dekenat Keerom dan jemaat GKI Gereja Klasis Keerom. Apa saja kegiatan yang dilakukan dan bagaimana maknanya, ikuti liputannnya.

PASTOR Dekenat Keerom, Pastor Kris Bidi, SV, mengaku makna Paskah Tahun 2018 kali ini sangat berkesan bagi dirinya. Pasalnya, ia bersama beberapa rekan dari Dekenat Keerom berhasil mengunjungi salah satu kampung yang cukup terpencil di Keerom yaitu Kampung Tevalma, Distrik Senggi dan merayakan Paskah bersama jemaat dari Gereja St. Mikael Tevalma pada Jumat (31/03).

‘’Tevalma, adalah salah satu kampung terpencil dan terdalam di distrik Towe, untuk mencapai ke Tevalma, kami menempuh perjalanan selama 8 jam dari Senggi. Selanjutnya kita tempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 3—4 jam sehingga tiba di Tevalma. Perjalanan memang melelahkan tapi kami senang bisa merayakan paskah dengan umat dari Gereja St. Mikael, Tevalma, pada paskah kali ini,’’ungkap Pastor Kris.

Pastor memang dalam rangka Paskah kali ini berniat mengunjungi Tevalma dan niat itu terwujud kali ini. Meskipun ia bersama 4 orang lainnya dari Pastori Keerom harus berangkat sejak Rabu (28/3) dengan harapan bisa tiba di Tevaalma pada hari Kamisnya.

‘’Saat menyeberang sungai dengan berjalan kaki, karena air naik maka kami terpaksa menginap di camp pekerja proyek, selanjutnya keesokan hari baru lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki kurang lebih 4 jam, hingga rencana kita untuk melakukan rangkaian kegiatan Paskah pada Kamis tertunda sehari karena kami tiba di Tevalma pada Kamis malam sekitar jam 10 malam,’’lanjutnya.

Tak heran saat perayaan Jumat agung, atau esok hari seusai tiba di tevalma, semalamnya, Pastor Kris mendapat sambutan hangat dari masyarakat Tevalma. Rupanya masyarakat Tevalma selama ini merindukan pelayanan karena selama ini mereka minim mendapatkan pelayanan publik.

Kegiatan jumat agung diisi ibadah jalan salib, mengenang kematian Yesus, perayaan perang salib dan malam paskah dengan api unggun dan dilanjutkan Misa Paskah. Selain itu juga digelar pelayanan umat diantaranya pembaptisan, serta penyerahan sakramen baptis, komuni pertama serta penyerahan sakramen pernikahan.

‘’Sebanyak 20 orang kami baptis di Tevalma baik anak-anak maupuin dewasa, selain itu adalah 8 pasangan kita nikahkan. Ini yang membuat terharu, mereka ada yang pasangan muda dan tua bahkan salah satu pasangan karena istrinya lumpuh, digendong suaminya saat pernikahan. Ini karena mereka belum mendapatkan pelayanan selama ini,’’jelasnya.

Ditambahkan, bahwa para umat terlihat sangat senang karena pelayanan tersebut, di tevalma dari data yang tercatat ada sebanyak 200-an warga yang terdaftar, sementara di Tevalma sendiri sedikitnya ada 13 rumah yang setiap rumah diisi sekitar 2-3 KK.

Pastor Kris Bidi pun memiliki kesannya atas kunjungan ini. ‘’Memang saya sudah sekian lama sejak bertugas di Keerom, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi karena mendengar tempat tersebut jarang dikunjungi atau mendapat pelayanan, salah satunya Tevalma. Memang kondisi umat kita yang ada di pedalaman jauh dari jangkauan dan sangat butuh pelayanan, ini juga karena kami kekurangan tenaga. Setelah ini kami juga akan mencari jalan untuk menempatkan tenaga guru awal membantu pelajaran agama dan umat di Tevalma,’’pungkasnya.

Sementara untuk kegiatan Paskah kali ini bagi Dekenat/Pastori Keerom, dipusatkan di dua tempat. Selain Pastor Dekenat di Tevalma, juga dilakukan ibadah Misa Paskah di Gereja Dekenat Keerom di Arso Kota yang dipimpin Patter Darius dan untuk Wilayah Barat, di pusatkan di Gereja St Petrus di Dukwia, Arso VIII dipimpin Pastor Marianus. **** (bersambung)