Pemkot Jayapura  Apresiasi Aksi Peduli Lingkungan ‘Earth Hour’

0
283
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat membawakan sambutannya. (Elsye Sanyi/ HPP)
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat membawakan sambutannya. (Elsye Sanyi/ HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memberikan apresiasi dan menyambut positif aksi tahunan Earth Hour yang digelar oleh World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia Perwakilan Papua khususnya di Kota Jayapura, yang digelar di Taman Yos Sudarso Jayapura, Senin (26/3/2018).

 

“Aksi Earth Hour ini sangat baik sekali, dimana ditandai dengan pemadaman listrik selama 60 menit lamanya disejumlah titik diwilayah Taman Yos Sudarso Jayapura atau Taman Imbi. Aksi semacam ini harus terus dilakukan berkesinambungan dengan lebih proaktif dan massive menyebarkan virus positif itu kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Aksi tahunan Earth Hour yang digelar oleh World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia Perwakilan Papua khususnya di Kota Jayapura, yang digelar di Taman Yos Sudarso Jayapura, Senin (26/3/2018). (ISTIMEWA)

Sebagai kota jasa dan transmigrasi, menurutnya Kota Jayapura memiliki pertumbuhan penduduk yang cukup massive, seperti yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura telah mencapai 500 ribu jiwa, belum termasuk penduduk tak ber-KTP. Hal tersebut berkorelasi dengan konsumsi energi seperti listrik dan bahan bakar minyak, yang tentunya juga bertambah. Dimana limbah rumah tangga yang terus bertambah dibarengi dengan ketidakpedulian terhadap lingkungan, semakin merusak keadaan alam.

 

Sehingga aksi pemadaman yang dilakukan selama 60 menit dilakukan penyalaan obor membentuk formasi simbol 60+ itu, dikatakan Rustan menjadi puncak aksi yang menandakan bahwa pentingnya 60 menit dalam menyelamatkan bumi.

 

“Aksi ini harus terus dikembangkan guna meningkatkan kesadaran banyak orang akan pentingnya melestarikan bumi serta mengurangi dampak pemanasan global atau yang disebut global warming,” harapnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here