JOSUA Akui Wilayah Saireri Memiliki Potensi Perikanan Masa Depan

0
878
Kabupaten Yapen Waropen lahir pada tanggal 6 Maret 1969 dari Undang-Undang nomor 12 tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan pembentukan kabupaten-kabupaten otonom di Provinsi Irian Barat, namun saat ini telah dimekarkan menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002.

BIAK (LINTAS PAPUA)  –  Habel Melkias Suwae, Calon Wakil Gubernur Papua pada kesempatan ini mengatakan Papua bukan sekedar tempat penyedia bahan baku.  Sebab kawasan Saireri secara khusus Kabupaten Biak dan Kepulauan Yapen Waropen  memiliki potensi perikanan yang cukup besar dan harus dikelola dengan baik. 

 

” Apakah ada sebuah aturan yang menegaskan bahwa di papua ini tidak boleh dibangun pabrik-pabrik besar seperti layaknya kota besar lainnya di indonesia.

Apakah kita hanya sebagai penyedia bahan baku saja untuk lalu dibawah keluar dari papua? di papua harus ada pabrik-pabrik yang mengelola semua sumber daya alam untuk kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas mantan Bupati Jayapura dua periode ini.

 

Pasangan Calon Gubernur serta Wakil Gubernur John Wempi Weripo dan Habel Melkias Suwae dalam kegiatan Kampanye terbatas di Kabupaten Biak yang dilaksanakan di Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Samofa Biak Numfor.

Sebelum kampanye terbatas dilaksanakan,  paslon dengan jargon “Papua Cerdas” ini melakukan blusukan ke Pasar Ikan Biak, Pasar Faidoma Darfuar, Pasar mama-mama Papua Kabupaten Biak Papua.  Senin (26/3/18)

 

Dalam giat blusukan ini JWW-HMS banyak menerima masukan dari para pedagang dan nelayan di pasar ikan.

 

 

HMS sapaan akrabnya ini juga mengatakan kondisi riil ditengah masyarakat hendaknya di lihat dan mengakomodir sesuai dengan permintaan dan harapan mereka.

 

” Pasar ikan yang dibangun sejak tahun 1996 lalu, memang sudah tidak bisa mengakomodir banyaknya kepentingan para nelayan dan pedagang lokal ditempat ini. Perhatian pemerintah setempat mdmang masih berjalan tetapi tempat ini pedlu perubahan sehingga sdmua nelayan dan pedagang lokal mendapat tempat yang sama dengan rekan -rekan mereka yang lain, ” ucapnya.

 

Pilemon Saimoa salah satu pedagang ikan  mengatakan pasar ikan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah belum begitu maksimal mengakomodir semua kepentingan nelayan dan pedagang lokal disini.

 

” Ada ratusan pedagang dan nelayan yang tidak mendapat tempat yang layak untuk menjual hasil tangkap mereka, ” ujar Pilemon di Pasar

 

Kepada JWW-HMS pedagang asal Kampung Wapnor ini berharap ada perubahan yang terjadi. Sehingga kepentingan ratusan Pedagang dan nelayan lokal ini dapat terakomodir.

 

” Siapapun dia,  kalau tempat jual yang tidak layak pasti sangat mengganggu pendapatan kita.  Oleh sebab itu kita sangat berharap kepada bapa berdua yang dengan tulus datang melihat serta mengunjungi kami di pasar ikan ini untuk melakukan satu perubahan,” pungkasnya.  (Tim Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here