Cinta Papua Damai, BEM Uncen dan OKP Cipayung Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Isu SARA

0
1085
Perwakilan HMI, PMKRI, GMNI Cabang Jayapura juga BEM Uncen, saat memberikan keteragan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
Perwakilan HMI, PMKRI, GMNI Cabang Jayapura juga BEM Uncen, saat memberikan keteragan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Sejumah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kampus dan organisasi kepemudaaan cipayung memberikan pernyataan cinta damai dan ajakan kepada masyarakat Papua, agar bijaksana dan tetap tenang tidak terprovokasi dengan berbagai isu – isu intoleransi yang mengarah pada konflik Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA), sehingga harus tetap tenang dan biarkan proses hukum yang mengatur .

 

Hal ini disikapi bersama  HMI, PMKRI, GMNI Cabang Jayapura dan  BEM Uncen, di Abepura, Senin (26/3/2018).

Dalam pertemuan  Ketua BEM Uncen Paskalis Boma mengatakan bahwa, Belakangan ini ada sebuah isu agama yang sengaja dimainkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

 

“Terkait dengan masalah yang saat ini terjadi di sentani, dan menyoal video yang saat ini sedang viral di media sosial yaitu ceramah dari ustad fadlan garamatan itu sangat menyakiti hati orang papua. Namun harapan kami agar masyarakat tetap lebih dewasa dalam menyikapi masalah ini. karena kami percaya bahwa tanah papua adalah tanah yang diberkati tuhan dan tanah yang penuh dengan toleransi antar sesama. Kami berharap bahwa pihak yang berwajib dapat menyelesaikan masalah ini dengan bijak,” ujar Paskalis dalam keterangannya.

.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih Paskalis Boma, yang didampingi Putra Rumagia, Pengurus HMI Cabang Jayapura, Ketua GMNI Cabang Jayapura Ricky Bofra, Ketua PMKRI Cabang Jayapura Benediktus Bome dan dua anggotanya Jems Wafom serta Adrian Kasella T di Kota Jayapura, Senin.

“Kami bersama kelompok Cipayung yang ada di Papua dengan tegas menolak oknum-oknum yang memainkan isu SARA yang bisa memecah belah kerukunan hidup umat beragama dan persaudaraan yang sudah terjalin baik di Papua,” katanya.

Mengenai persoalan pembangunan menara Masjid Al Aqsa di Sentani, Kabupaten Jayapura, kata dia, ada pemerintah daerah dan instansi terkait yang akan mengurus dan mengatur hal itu, sehingga pemuda dan masyarakat luas di Papua tidak perlu terprovokasi.

Apalagi, berpijak pada berita ‘hoax’ dari media sosial yang keabsahan atau kebenaran beritanya masih perlu di konfirmasi lagi.


“Belakangan ini ada ceramah dari oknum pemuka agama yang jadi viral di media sosial. Memang kami sangat sayangkan pernyataan yang disampaikan itu karena telah menodai agama tertentu. Ini yang kami tolak dengan tegas, karena kami di Papua telah hidup berdampingan dengan baik selama ini,” kata Paskalis.

Hal senada diungkapkan Putra Rumagia bahwa masyarakat tidak boleh terpedaya dengan isu perpecahan yang sedang dimainkan oleh pihak yang tidak bertangungjawab, karena pemerintah tidak akan tinggal diam.

“Terkait persoalan pembangunan menara Masjid Al Aqsa di Sentani, Bupati Jayapura, MUI dan pihak terkait sudah buat tim kecil dan sedang menyelesaikannya. Harapannya masyarakat tidak terbawa dalam persoalan yang bisa memicu konflik SARA, kami sebagia pemuda sangat berharap agar hal ini cepat terselesaikan,” kata Putra Rumagia.

Sementara itu, Benediktus Bome menyampaikan bahwa konsep Papua tanah damai yang sering digaungkan selama ini perlu dan harus dijaga oleh semua lapisan masyarakat, sehingga isu intoleransi yang sedang berkembang belakangan ini bisa diselesaikan dan diredam dengan baik.

“Kita ingin hidup aman dan nyaman, apalagi sedang dalam proses demokrasi pemilihan gubernur, kami beharap isu ini tidak bercampur dengan politik, sehingga para pemangku kepentingan harus memagari hal ini, jangan sampai jadi polemik,” kata Benediktus Bome.

Selain itu, Ketua Umum PMKRI Cabang Jayapura Beni Bame pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama ditanah papua.

“Karena papua harus menjadi contoh terbaik persoalan toleransi antara umat beragama. Kami pada prinsipnya tidak mau masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sekali lagi jangan membawa agama dalam isu politik, mari kita sama-sama menjaga persaudaraan ini agar tetap utuh,” katanya..

Masih ditempat yang sama. Sejalan dengan yang lain, Ketua Umum GMNI Riki Bofra menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda yang saat ini berada di tanah papua agar tetap menjaga toleransi antar umat beragama di Bumi Cenderawasih.

“Kami selaku OKP Cipayung dan BEM UNCEN menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua, agar tetap menjaga keutuhan persaudaran yang selama kini kita jaga. Semoga tuhan memberkati tanah ini dengan penuh perdamaian,” ucapnya.

Ditambahkan, Adrian Kasela, selaku Presidium Pengembangan PMKRI Cabang Jayapura menjelaskan,  bahwa kerukunan antar umat beragama diatas tanah Papua ini sudah final. Dan konsensus ini sudah tercantum dalam UU Otonomi khusus tahun 2001 pasal 53 tentang keagamaan.

“Saat ini kami sangat menyayangkan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memainkan isu yang dapat memecah bela kerukunan antar umat beragama diatas tanah Papua ini. kiranya masyarakat tetap menjaga keutuhan persaudaraan ini, kami berharap proses ini dapat disikapi bijak oleh kita semua dan biarkan proses ini ditangani pihak terkait,”  tandasnya. (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here