GM Marketing Pertamina Sikapi Penyaluran BBM di Papua

0
241
Aktivitas Pelayanan Pertamina. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Comm  dan CSR Pertamina (Persero) MOR VIII, memperkenalkan General Manajer Marketing Operation Region yang bertugas di Papua & Tim Management MOR VIII sekaligus mengadakan Tanya jawab bersama sekitar 50 rekan media, di restorant B-One, Kamis (22/3/2018).

 

General Manajer Marketing Operation Region yang bertugas di Papua MOR VIII, Tengku Fernanda, Mengucapkan terimakasih bagi rekan media yang telah hadir dan Mohon bisa bekerjasama dalam segala kegiatan Pertamina.

 

“Sebelumnya saya bertugas di bagian  Divisi Retail Fuel Marketing, Banyak hal yang mungkin kita akan selalu berinterkasi dengan media terkait penyediaan bahan bakar minyak(BBM) kepada masyarakat. Pelaksanaan apa yang kita lakukan terhadap masyarakat yang mempunyai wilayah kerja di Papua dan Papua barat, Maluku dan Maluku utara.

 

Kita memenuhi kebutuhan BBM khususnya,  katanya, juga memenuhi jumlah LPG sebagai pengganti minyak tanah.
Kebutuhan masyarakat stok dapat di pahami dengan baik.di bulan Puasa dan lebaran biasanya terjadi peningkatan pengunaan BBM. Kita buat satgas pelayan dari pagi sampai malam.

 

General Manajer Marketing Operation Region Papua MOR VIII, Tengku Fernanda mengatakan, pastinya sepanjang bisa memenuhi Freeport , kebutuhan spesifikasi, kita memenuhi solar,

Solar ada beberapa poin, saya yakin itu masalah spesifikiasi.

 

Fernanda menjelaskan,  bahwa pertamina melakukan pengawasan kegiatan penyaluranan BBM di masyarakat

 

“Sekaligus saya ingin menyampaikan BBM ilegal, selama ini penjualan menggunakan jiregen masih terlihat.Pengawasan Pertamina,Apabila melanggar ketentuan kita dan apabila pelanggaran itu masuk pidana, biasa kami diperiksa untuk memberikan keterangan,” katanya.

 

Wartawan The Jakarta post, Dharma, menanyakan mengapa harga LPG di Jayapura tergolong mahal sekitar Rp 190.000 per tabung 5,5 kg, yang seharusnya kisaran harganya Rp 150.000 saja.

 

Fernanda memberikan jawaban, bahwa jarak uang jauh menyebabkan penambahan biaya pengiriman

 

“Harga LPG  wilayah lain dan Jawa lebih murah, karena ongkos angkut ke Papua memang lebih besar, Itulah yang menyebabkan harga sedikit lebih mahal.kami sarankan membeli LPG pada agen resmi atau di SPBU, selain agen resmi dan SPBU pasti harga berbeda dan banyak kemungkinan lebih mahal,” tandasnya. (Fransisca/LintasPapua.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here