Momentum Untuk Meningkatkan Kepedulian Terhadap Air Sebagai Sumber Kehidupan

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Peringatan Hari Air Sedunia XXVI Tahun 2018 Tingkat Kabupaten Jayapura, yang digelar di Sungai Itaufili, Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura berlangsung sukses.

Acara yang dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso, Dirjen PJSDA Tri Widianto Sasongko, Staff Ahli Gubernur Papua Simon Itlay dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ini dirangkai dengan berbagai kegiatan.

Diantaranya peletakan batu pertama pembangunan MCK dan kunjungan ke pengrajin ukiran kulit kayu di KampunG Asei Pulau, penyerahaan proposal pembangunan perumahan layak huni oleh Kepala Dinas PU Provinsi Papua Djuli Mambaya kepada Menteri PUPR yang diwakili Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso, deklarasi dan penandatanganan dukungan pembentukan Pokja pengelolaan Danau Sentani berkelanjutan.

Kemudian pertunjukan tarian Isosolo, pencanangan dimulainya program wajib tanam bibit pohon sagu untuk pengatin pria dan wanita dilanjutkan penanaman bibit sagu secara simbolis serta penyerahaan bibit pohon buah-buahan dan kayu oleh Kepala Dinas Kehutanan Yan Yap L. Ormuseray kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, selanjutnya diserahkan kepada masyarakat yang diwakili Ondofolo Demas tokor dan Kepala Distrik Nimboran.

Ketua Panitia Peringatan Hari Air Sedunia Tingkat Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura mengatakan peringatan hari air sedunia ini merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap air sebagai sumber kehidupan.

“Yang bertujuan untuk menjadi media edukasi, transformasi dan aspirasi masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap pentingnya air sebagai anugerah Tuhan yang perlu di jaga dan di lindungi, khususnya keberadaan Danau Sentani dan Cagar Alam Pegunungan Cycloop yang sangat istimewa bagi Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dan Indonesia,” jelas Abdul Rahman Basri dalam laporannya, Kamis (22/3/2018).

Mendikusikan permasalahan yang berkaitan dengan sektor air terhadap apa yang telah di lakukan selama ini dan upaya perbaikannya, sehingga dapat menekan atau membuat sebuah rumusan yang di tindaklanjuti dalam bentuk tindakan yang akan di laksanakan secara bersama oleh pihak-pihak terkait.

“Tentunya memperoleh kesepakatan bersama bagi terpeliharanya air di Danau Sentani, kawasan penyangga di Danau Sentani dan cagar alam Pegunungan Cycloop sebagai salah satu kawasan penyangga utama bagi Danau Sentani,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari air sedunia ini merupakan agenda kita bersama untuk masa depan. Karena air adalah kehidupan, tanpa air manusia tidka bisa hidup.

“Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua umumnya itu mempunyai potensi alam yang luar biasa, yaitu Danau Sentani dan Pegunungan Cycloops. Secara umum Cycloop masuk dalam cagar alam nasional serta Danau Sentani masuk dalam 15 danau di Indonesia yang harus di jaga dan di lestarikan,” katanya.

Mathius mengatakan, danau adalah pintu masuk datang ke Papua. Karena itu pelestarian danau adalah mutlak menjadi danau yang bersih menggambarkan wajah kita yang ada di Papua.

“Jadi, mulai hari ini (kemarin) kita mulai dengan kesadaran baru untuk membenahi pelestarian Danau Sentani dan Cycloop. Tapi, juga dusun sagu ini dan bukan saja di Sentani namun di seluruh Papua, karena dimana ada sagu pasti ada sumber air,” katanya.

“Kolaborasi dan kerjasama ini membuktikan kesadaran baru untuk ‘Jayapura Baru’, yag saya beri pesan untuk air. Oleh karena itu, sebentar ini kita secara simbolis akan menanam anakan sagu,” tukasnya.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso mengatakan, penduduk dunia saat ini hampir 2 miliar. Tanpa penanganan pasti akan mengalami krisis air yang diprediksi pada tahun 2050. Pihaknya sudah menyusuri Danau Sentani dan dirinya melihat kualitas air danau masih baik.

“Kami dari Sumber Daya Air Kementerian PUPR berusaha meningkatkan ketersediaan air baku, karena permasalahan air tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tapi, perlu adanya keikut sertaan masyarakat di dalamnya. Hari ini kita akan melestarikan sumber daya air. Kita akan melakukan beberapa aksi diantaranya, aksi bersih danau, bersih sungai, penanaman pohon, aksi simpatik. Ini kita lakukan secara serentak di peringatan hari air sedunia,” imbuhnya.

Dalam upaya menyelamatkan alam, dirinya berharap, semua pihak perlu komitmen dan keterbukaan melestarikan serta menjaga sumber daya yang ada. “Oleh karena itu, bersama kita selamatkan air untuk kehidupan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)