Pemkab Jayapura Bentuk Tim Kecil Tangani Persoalan Penolakan Pembangunan Menara Masjid Al-Aqsha

0
332

 SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura membentuk tim kecil untuk menangani persoalan penolakan pembangunan menara Masjid Agung Al-Aqsha Sentani oleh PGGJ (Persekutuan Gereja – Gereja Jayapura).

 

Pembentukan tim kecil pada saat pelaksanaan Rakor itu dipimpin oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M.Si, yang disaksikan seluruh pimpinan Forkompimda Provinsi Papua/Kabupaten Jayapura, Pimpinan dan Anggota MRP, DPRP, DPRD serta seluruh tokoh agama, tokoh adat dan perwakilan tokoh masyarakat.

“Jadi, tadi kita semua sudah sepakat untuk membentuk tim kecil untuk menyelesaikan persoalan menara Masjid Al-Aqsha dengan target penyelesaian dalam waktu tiga hari. Dimana, tim tersebut diambil dari perwakilan PGGJ, MUI, FKUB dan beberapa tokoh lintas agama,” ungkap Bupati Mathius usai memimpin Rapat Koordinasi Komunikasi Umat Beragama, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (19/3/18).

Dikatakan Mathius, nantinya tim kecil ini akan membicarakan serta mencari solusi terbaik untuk bagaimana mengatasi persoalan ini.

“Saya pikir itu saja. Namun kita juga minta FKUB serta MRP untuk mengakomodir beberapa masukan-masukan yang tadi disampaikan oleh PGGJ, agar dapat dibicarakan dalam bentuk regulasi supaya ada kepastian hukum di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura,” akunya.

Selain itu, Bupati Mathius menjelaskan, saat ini pihaknya bersama tim yang dibentuk akan terlebih dulu fokus pada persoalan menara yang saat ini tengah dibicara oleh banyak orang.

“Kan dalam tuntutan PGGJ ada beberapa poin, tetapi kita fokus dulu pada persoalan menara masjid. walupun semua yang disampaikan itu akan kita bicarakan,namun secara baik supaya semua dapat kita selesaikan tanpa menyinggung pihak lain,” tuturnya.

Tetapi yang paling penting, kata Mathius masyarakat perlu tau bahwa persoalan ini sudah dilokalisir hanya di Kabupaten Jayapura.

“Oleh karena itu, saya minta kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan atau tidak mempunyai hubungan dengan wailayah Kabupaten Jayapura, jangan membawa ataupun membicarakan persoalan ini di mana-mana. Sebab, semua persoalan ini akan kita selesaikan secara lokal melalui tim yang sudah kita bentuk,” pintanya.

Dikatakan Mathius, kalau ada pihak yang membesarkan dan membuat gadu, dirinya akan meminta pihak keamanan untuk menegur supaya ini tidak lagi disebarluaskan menjadi sesuatu yang meresahkan masyarakat.

“Saya juga berharap, semua masyarakat dapat tenang juga tidak terprovokasi karena kita sudah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan ini. Jadi, mari biarkan tim ini bekerja,” imbuhnya Bupati Mathius. (Irf/ej/HPP)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here