BI Gelar Rapat TPID Papua Untuk Kendalikan Inflasi

0
487
Dalam rapat disepakati program kerja TPID tahun 2018 yang diselaraskan dengan roadmap pengendalian inflasi Papua yaitu, antara lain, Penambahan kapasitas dan kualitas pergudangan untuk menampung komoditas pangan dan pertanian. Tampak Suasana Rapat. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Bank Indonesia menggelar Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua,Dalam rangka pengendalian inflasi di Papua, di Hotel Fave Jayapura. Selasa (20/3/2018).

 

Rapat TPID dipimpin oleh  Kepala Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Fauzan. serta dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Ekonomi di Provinsi Papua dan instansi terkait lainnya yaitu Pertamina, Bulog. PT Pelindo IV dan Reskrimsus Polda Papua.

Kepala Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Fauzan, mengungkapkan,  dilakukan evaluasi pencapaian inflasi Provinsi Papua tahun 2017 dimana Papua termasuk salah satu daerah yang berhasil menekan inflasi dibawah sasaran inflasi nasional dalam 3 tahun terakhir.

SUASANA RAPA. BI Gelar Rapat TPID Papua Untuk Kendalikan Inflasi. (Fransisca/LintasPapua.com)

Tercatat inflasi Papua berada pada level 2,11% (yoy) lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di level 3,61% (yoy).

Namun demikian, di awal tahun 2018 ini perlu perhatian untuk menjamin pasokan bahan pangan agar selalu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita tahu akhir-akhir ini sering hujan sehingga perlu upaya lebih/extra untuk menjaga ketersediaan dan kualitas komoditas pertanian khususnya sayur-mayur dan
bumbu-bumbuan seperti bawang dan cabai.

Suasana ank Indonesia mengelar Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua,Dalam rangka pengendalian inflasi di Papua, di Hotel Fave Jayapura. Selasa (20/3/2018). (Fransisca /LintasPapua.com)

“Mencermati tantangan di tahun 2018, dalam rapat disepakati program kerja TPID tahun 2018 yang diselaraskan dengan roadmap pengendalian inflasi  Papua yaitu,  antara lain, Penambahan kapasitas dan kualitas pergudangan untuk menampung komoditas pangan dan pertanian, perluasan kerjasama antar daerah, Optimalisasi Bulog, Peningkatan produksi dengan penambahan luas areal  tanam,Menetapkan Land Banking kawasan pertanian,Penetapan margin penjualan tertinggi komoditas strategis daeran.”tutupnya (Fransisca /LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here