Tampak guru-guru yang hadir mengikuti pertemuan di aula Hotel Merpati pekan kemarin. (AF/HPP)
Tampak guru-guru yang hadir mengikuti pertemuan di aula Hotel Merpati pekan kemarin. (AF/HPP)

 

Botawa (LINTAS PAPUA) – Sejak tanggal 11 – 15 Maret 2018,  guru-guru tingkat SD dan SMP di Waropen mogok mengajar, diduga hal tersebut terjadi, karena ada oknum-oknum yang menyampaikan informasi tidak akurat kepada guru-guru terkait dengan tunjangan guru yang belum dibayar.

Melihat hal tersebut, Wakil Bupati,  Hendrik Wonatorey, S.Sos didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waropen,  Maria Duwiri,  Lakukan pertemuan yang dihadiri oleh seluruh perwakilan sekolah tingkat SD dan SMP di aulah Hotel Merpati pekan kemarin.

Sampai pada pertemuan yang dilakukan pekan kemarin (15/3/2018) sebagian sekolah sudah lakukan aktifitas dan tunjangan guru sertifikasi  telah dibayarkan melalui transfer dari bank.

Pemerintah daerah daerah sangat menyesalkan hal ini, karena hak guru seperti Gaji selalu dibayarkan, namun tunjangan sertifikasi yang merupakan bukan hak dijadikan masalah untuk tidak mengajar, ironisnya anak-anak sekolah jadi korban.

hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waropen Maria Duwiri saat ditemui usai lakukan Pertemuan, katanya sebelumnya sudah lakukan pertemuan dengan guru-guru yang menerma tunjangan dalam pertemuan akan dibayarkan bulan maret, tetapi bulan maret belum habis guru-guru telah mogok mengajar.

Tampak Wakil Bupati Waropen, Hendrik Wonatorey didampingi kepala dinas pendidikan Maria Duwiri dan Plt Asisten 3, Nelson Sasarari. (AF/HPP)

“Pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) membutuhkan proses, terjadi keterlambatan dikarenakan berbenturan dengan audit BPK, sehingga setelah audit BPK dilakukan proses, selain itu juga kata Maria Duwiri bahwa tunjangan tidak terlasurkan tepat waktu karena sampai pada 31 desember dicek belum masuk, sehingga jadi silpa untuk dianggarkan kembali dan dibayarkan di bulan maret ini,” jelasnya.

“Tanpa menuntut pun, TPG tetap akan dibayarkan dikirim kerekening guru masing-masing yang menerima sertifikasi”. ujarnya

ia menjelaskan bahwa salah satu syarat yang guru yang mendapat TPG adalah memiliki beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam tatap muka dalam jangka waktu 1 minggu untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan berdasarkan sertifikat pendidik yang dimiliki.

“Pertanyaanya apakah ini telah dipenuhi oleh guru-guru “, Dinas akan lakukan pengawasan yang ketat terkait dengan TPG” tutupnya. (af/ej / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here