Cenderawasih Reading Center Peduli Pendidikan,  Sumbang  Ratusan Buku di Sekolah Perbatasan RI-PNG

0
818
Rabu, 14 Maret 2018, Cenderawasih Reading Center (CRC) menepati janji pada tanggal 20 November 2017 (saat survei) untuk berkunjung kembali dan memberikan sedikit bantuan buku untuk adik-adik SD dan SMP Negeri Skouw Mosso. (ISTIMEWA)
Rabu, 14 Maret 2018, Cenderawasih Reading Center (CRC) menepati janji pada tanggal 20 November 2017 (saat survei) untuk berkunjung kembali dan memberikan sedikit bantuan buku untuk adik-adik SD dan SMP Negeri Skouw Mosso. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sekelompok mahasiswa dan pemuda aktivis sosial yang tergabung dalam Cenderawasih Reading Center (CRC) menunjukkan kepeduliannya disektor pendidikan, dengan menyumbangkan ratusan buku ke SD-SMP Negeri Mosso Distrik Muara Tami, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).

 

Gerakan literasi yang dipimpin oleh Direktur CRC, Michael Jhon Yarisetouw mengungkapkan pihaknya merasa memiliki tanggung jawab atas ruang dan tata pengajaran pendidikan yang masih kurang memadai, alhasil banyak peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis dengan baik.

CRC juga memberi sedikit motivasi untuk adik-adik giat membaca. (ISTIMEWA)

“Kami akan terus memperhatikan anak-anak diatas tanah Papua agar menjadi pemimpin masa depan bangsa yang pintar dan hebat serta peduli akan orang yang tidak mampu. Apalagi khususnya adik-adik yang harus selalu diberikan motivasi agar terus memiliki semangat belajar, karena setiap mereka memiliki potensi masing-masing sehingga harus dibina terus menerus,” ucap pria yang akrab disapa MJ, usai memberikan bantuan buku di SD-SMP Negeri Mosso Distrik Muara Tami, Kamis (15/3) kemarin.

 

MJ mengakui bahwa gerakan literasi yang dilaksanakan bersama rombongannya merupakan kedatangan CRC yang kedua kali ke SD-SMP Negeri Mosso tersebut.

Michael Jhon Yarisetouw saat berkomunikasi dengan siswa. Anak – Anak adalah Generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan setiap orang tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan. (ISTIMEWA)

Dimana sebelum memberikan bantuan buku dan motivasi, pihaknya telah melakukan survey sejak 20 November 2017 lalu, yang selanjutnya dipublishkan di media sosial melalui halaman facebook Michael dan kemudian mendapatkan dukungan dari Stepi Anrian, M.Si selaku Dosen Universitas Indonesia dan Pemerhati Pendidikan Papua, memberikan bantuan buku dan digabungkan bersama buku-buku milik CRC sendiri.

 

Diyakininya bahwa buku adalah gudang ilmu, sehingga tidak cukup saja untuk memiliki gudang atau buku tanpa membuka dan mengetahui ilmu yang tersimoan didalamnya.

FOTO BERSAMA. “Di hari ini mendapatkan suatu kebahagiaan bisa berbagi dengan mereka Generasi Penerus Bangsa.
Melihat mereka mengingatkan saya kembali ke masa SD,” kata Michael Jhon Yarisetouw. (ISTIMEWA)

“Dalam kondisi seperti ini saya harap kepada Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas terkait agar memperhatikan sektor pendidikan. Karena pendidikan hatus dijadikan hal prioritas yang utama untuk merawat sumber daya manusia di tanah Papua,” tutur pria asal Tanah Merah Kabupaaten Jayapura ini.

 

Disampaikannya juga, berdasarkan informasi yang diterima dari guru honorer di sekolah itu bahwa ada enam guru PNS tetapi jarang masuk, padahal dari pantuan tim nya Pemkot Jayapura telah sudah memfasilitasi akses jalan yang memadai ke Kampung Mosso.

 

“Sebagai wajah negara dibagian perbatasan, ia berharap agar pendidikan di bagian perbatasan harus diperhatikan secara khusus,” harapnya.

Sementara itu, salah satu aktivis sosial, Hasyemi Faqihudin dihadapan peserta didik, pria asal Bogor itu mengatakan bahwa Presiden bukan hanya ada dari orang Jawa saja, tetapi bangsa Papua harus ada yang jadi Presiden dan harus menyakini akan menjadi Presiden.

 

Pada kesempatan itu, mewakili pihak sekolah, salah satu pengajar di SD-SMP Negeri Mosso, Manggaprouw  menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada CRC yang telah peduli akan kondisi sekolahnya dan terutama pada sumber daya peserta didik disekolahnya.

 

“Meski mendapat kesulitan dalam proses pendidikan, namun kami tetap optimis semoga kedepannya keadaan ini akan cepat membaik. Dengan bantuan ratusan buku pelajaran ini, bersama-sama kita majukan pendidikan di bumi cenderawasih ini,’ ujarnya dengan senang saat menerima buku-buku tersebut.

AYO MEMBACA MASA DEPAN. Tampak saat Michael sedang membaca buku depan anak – anak sekolah. (ISTIMEWA)

Manggaprouw juga berharap agar pemerintah setempat dapat memperhatikan kondisi sekolah dan murid disekolahnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

 

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here