Menteri PUPR : Pembangunan Kawasan Perbatasan Sota, Merauke Dimulai Juni 2018

0
881
Pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini terus dilanjutkan. Hingga akhir 2017, dari panjang 1.098 km jalan perbatasan dari Merauke hingga Jayapura, sudah tembus 891 km dan belum tembus 207 km. Tampak Menteri PUPR Basuki bersama masyarakat. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Pembangunan kawasan perbatasan Sota dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya terbagi menjadi zona inti, sub inti dan pendukung. Pada zona inti akan dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), gudang sita, klinik. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)(

MERAUKE (LINTAS PAPUA)  – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan perbatasan Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua akan mulai dikerjakan pada Juni 2018. Lokasi perbatasan Sota berjarak sekitar 80 km dari Merauke dengan kondisi jalan mantap sehingga bisa ditempuh dalam waktu satu jam.

 

Hal tersebut disampaikan Menteri Basuki saat singgah meninjau Pos Perbatasan Sota dalam perjalanannya dari Merauke menuju Boven Digul, Jumat (16/3/2018) yang dimulai sejak pagi pukul 05.30 WIT.

Pembangunan jalan perbatasan Indonesia – Papua Nugini terus dilanjutkan. Hingga akhir 2017, dari panjang 1.098 km jalan perbatasan dari Merauke hingga Jayapura, sudah tembus 891 km dan belum tembus 207 km. Tampak Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki berbincang dengan Daud, Ketua Adat masyarakat di perbatasan mengenai rencana pembangunan perumahan bagi masyarakat perbatasan. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Saat ini pelintas batas sekitar 20-25 orang setiap hari. Kita akan perbaiki meski tidak sebesar Skouw di Jayapura. Kita akan perbaiki fasilitasnya sehingga disamping fungsi pertahanan keamanan bisa menjadi tujuan orang melihat perbatasan di selatan Papua,” kata Menteri Basuki.

 

Hal ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan menjadikan pos lintas batas sebagai beranda depan Indonesia yang membanggakan sebagai sebuah bangsa besar.

 

Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki berbincang dengan Daud, Ketua Adat masyarakat di perbatasan mengenai rencana pembangunan perumahan bagi masyarakat perbatasan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan perbatasan Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua akan mulai dikerjakan pada Juni 2018. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” jelas Menteri Basuki.

 

Pembangunan kawasan perbatasan Sota dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya terbagi menjadi zona inti, sub inti dan pendukung. Pada zona inti akan dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), gudang sita, klinik.

“Saat ini pelintas batas sekitar 20-25 orang setiap hari. Kita akan perbaiki meski tidak sebesar Skouw di Jayapura. Kita akan perbaiki fasilitasnya sehingga disamping fungsi pertahanan keamanan bisa menjadi tujuan orang melihat perbatasan di selatan Papua,” kata Menteri Basuki. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Zona sub inti berupa rumah pegawai, wisma Indonesia dan zona pendukung berupa rest area, gereja, musola, parkir dan renovasi Pasar Sota.

 

Infrastruktur permukiman bagi warga sekitar perbatasan akan dibangun seperti sistem penyediaan air minum (SPAM), tempat pengolahan sampah, penyediaan MCK dan septic tank komunal, jalan lingkungan dan drainase bagi masyarakat sekitar perbatasan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kawasan perbatasan Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua akan mulai dikerjakan pada Juni 2018. Tampak perjalanan yag harus dilalui dengan kondisi jalan yang belum terbangun baik dan akan dilakukan kualitas peningkatan jalan. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Pada tahun 2016 Kementerian PUPR telah menyelesaikan tujuh PLBN yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Ketujuh PLBN yakni PLBN Wini, Motaain, dan Motamasin di NTT berbatasan dengan Timor Leste, PLBN Entikong, Badau dan Aruk di Kalimantan Barat berbatasan dengan Malaysia, serta PLBN Skouw di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

 

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki  yakni Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Kepala Balai Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke Nimrod Rumaropen dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here