Rakorda BKKBN Papua Wujudkan Program Lintas Sektor di Kampung KB

0
541
“Intinya program ini tidak memunahkan ras tertentu, kami mengantarkan generasi emas bagi masyarakat Papua,menjaga 1000 hari kesehatan ibu dan anak pasca melahirkan, serta mengkhususkan pendidikan anak perempuan,” ungkap orang nomor satu di BKKBN Papua, Charles Brabar, pria asal Biak Numfor ini. Tampak saat tanda tangan MoU bersama dalam sebuah kegiatan. (Fransisca/LintasPapua.com)
“Intinya program ini tidak memunahkan ras tertentu, kami mengantarkan generasi emas bagi masyarakat Papua,menjaga 1000 hari kesehatan ibu dan anak pasca melahirkan, serta mengkhususkan pendidikan anak perempuan,” ungkap orang nomor satu di BKKBN Papua, Charles Brabar, pria asal Biak Numfor ini. Tampak saat tanda tangan MoU bersama. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Rapat koordinasi daerah( RAKORDA) perwakilan BKKBN Provinsi Papua tahun 2018, bertemakan “Melalui RAKORDA program Kependudukan, keluarga berencana,dan pembangunan keluarga(KKBPK), kita optimalkan adalah “Penguatan Integritas Program Lintas Sektor di Kampung KB Guna Mempercepat Terwujudnya Kualitas SDM.”, Kamis (15/3/2018)

 

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar SE, M.Si. melaporkan tujuan dan kegiatan RAKORDA, yakni menginginkan ada kesejahteraan masyarakat Papua, sehingga BKKBN berkonsentrasi kepada program kesejahteraan masyarakat di kota dan kampung.

“Sesuai dengan nawacita ke tiga dan Lima, kami Tuangkan dalam rapat koordinasi hari ini.Rapat koordinasi untuk konsentrasi pada RAKORNAS Februari 2018 lalu di jakarta, menuju sasaran RPJM, per serta 177, perangkat daerah 74 orang, LSM 70 orang,” ujar Sarles Brabar SE, M.Si, dalam sambutannya.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Listya Wardhani mengakui, di Papua Sudah mengalami angka keikutsertaan KB paling tinggi. Penting juga penangulangan gizi buruk untuk anak dan ibu, keluarga yang mengikuti program KB, maka memiliki daya tahan lebih baik. Tampak saat diwawancara. (Fransisca/LintasPapua.com)

Dijelaskan, terkait   penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) atau  nota kesepahaman mendukung kesejahteraan di Bidang perguruan tinggi dan pembinaan generasi muda, dengan USTJ , STIKOM Muhammadiyah, GENRE.

“Intinya program ini tidak memunahkan ras tertentu, kami mengantarkan generasi emas bagi masyarakat Papua,menjaga 1000 hari kesehatan ibu dan anak pasca melahirkan, serta mengkhususkan pendidikan anak perempuan,” ungkap orang nomor satu di BKKBN Papua asal Biak Numfor ini.

Sementara itu,   Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Listya Wardhani menyampaikan harapannya agar program BKKBN di Papua berhasil.

Suasana Rapat koordinasi daerah( RAKORDA) perwakilan BKKBN Provinsi Papua tahun 2018. (Fransisca/LintasPapua.com)

“kita ingin sama-sama melakukan penguatan,untuk mewujudkan SDM indonesia yang berkualitas. Untuk mensukseskan kampung KB, bersama sama meningkatkan kualitas kesejahteraan, mempersiapkan generasi berintegritas,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya ingin menatap masa depan lebih cerah, kita ingin melihat anak kita menempuh pendidikan wajib belajar 12 tahun, agar langkah kehidupan mereka lebih mudah, mengawal anak perempuan perbaikan kualitas hidupnya.

Disampaikan, bahwa berkaitan dengan program GENRE, generasi ini akan menjadi motor, yang bertangung jawab melahirkan generasi berkualitas.

“Pemanfaatan data Kependudukan paling bawah yaitu kampung, supaya bisa memonitor perkembangan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Rapat koordinasi daerah( RAKORDA) perwakilan BKKBN Provinsi Papua tahun 2018, bertemakan “Melalui RAKORDA program Kependudukan, keluarga berencana,dan pembangunan keluarga(KKBPK), kita optimalkan adalah “Penguatan Integritas Program Lintas Sektor di Kampung KB Guna Mempercepat Terwujudnya Kualitas SDM.” Kamis (15/3/2018). (Fransisca /LintasPapua.com)

Listya Wardhani  mengakui, di Papua Sudah mengalami angka keikutsertaan KB paling tinggi. Penting juga penangulangan gizi buruk untuk anak dan ibu, keluarga yang mengikuti program KB, maka memiliki daya tahan lebih baik.

“Kita juga memperhatikan 1000 hari setelah melahirkan perkembangan kesehatan ibu dan anak,” tandasnya  menutup pembicaraan. (Fransisca /LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here