JWW Tinjau Jalan Trans Merauke – Boven Digoel, HMS Belusukan di Pasar Asiki

0
1412
Selalu berkoordinasi dalam melakuan kegiatan. Tampak JWW - HMS saat berdiskusi sejenak dalam kegiatan kampanye di Selatan Papua. (ISTIMEWA)
JWW sebenarnya sudah di jadwalkan menggunakan pesawat terbang menuju Kabupaten Boven Digoel untuk melakukan kampanye. Akan tetapi beliau lebih memilih jalur darat dan menyetir sendiri dan ingin meninjau perkembangan Jalan Trans Papua di wilayah Animha, khususnya penghubung Merauke – Boven Digoel, yang berjarak kurang lebih 450 Kilimeter. (ISTIMEWA)

TANAH MERAH (LINTAS PAPUA) – Calon Gubernur dan wakil gubernur Papua No Urut Dua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA) meninjau Jalan Trans Papua di Wilayah Merauke-Boven Digoel, Kamis (15/3/2018).

 

Saat media ini ikut dalam rombongan John Wempi Wetipo, terlihat ia menyetir sendiri mobil Pajero berwarnah putih, yang berangkat dari Swissbel Hotel di Jalan Mandala Kabupaten Merauke, sekitar pukul 03.42 WIT.

Menurut Wempi Wetipo, kontruksi pembangunan jalannya kurang baik, sehingga ketika hujan turun lebat, jalan tersebut mudah rusak apabila dilalui kendaraan dengan bobot berat melebihi kapasitas apalagi kondisi tanah yang tidak berbatu . Tampak kondisi jalan yang dilalui Trans Merauke – Boven Digoel. (ISTIMEWA)

Rombongan sebanyak 18 mobil itu, sebelum berangkat diawali dengan doa yang di pimpin Sekretaris Pemenangan JOSUA, Natan Pahabol.

 

Dengan jarak tempuh 450 Kilometer, cukup banyak rintangan yang dihadapi rombongan JOSUA. Seperti kerusakan di dua lokasi yakni di ruas Jalan  Kampung Barki dan Kampung Jarut, Distrik Sota.

 

Tak jarang pula rombongan JWW yang hampir keseluruhan menggunakan mobil Hillux harus membantu mobil truk yang mengangkut sembako dari Kabupaten Merauke, untuk keluar dari genangan lumpur.

Wempi Wetipo berharap Jalan Trans Papua yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Suasana jalan trans Merauke – Boven Digoel. (ISTIMEWA)

Saat media ini menelusuri ide untuk meninjau jalan dengan perjalanan 11 jam dari Kabupaten Merauke-Kabupaten Bovendigoel, ternyata muncul dari Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo. Padahal, tim pemenangan sudah menyiapkan pesawat untuk tim berangkat ke Kabupaten Boven Digoel dalam rangka melanjutkan kampanye.

 

Sekeretaris Pemenangan JOSUA, Natan Pahabol mengatakan, kalau JWW sebenarnya sudah di jadwalkan menggunakan pesawat terbang menuju Kabupaten Boven Digoel untuk melakukan kampanye. Akan tetapi beliau lebih memilih jalur darat dan menyetir sendiri.

 

“Katanya ingin meninjau perkembangan Jalan Trans Papua di wilayah Animha, khususnya penghubung Merauke – Boven Digoel, yang berjarak kurang lebih 450 Kilimeter. Jadi ini keinginan beliau sendiri,” kata Natan.

JWW – HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)

Sementara Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo mengatakan, jalan Trans Papua yang dibangun oleh pemerintah pusat ini, merupakan pintu masuk akses perekonimian bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel – Merauke, sehingga perlu diketahui kondisinya saat ini.

 

“Tadi kita lihat sendiri. Masih banyak jalan yang rusak. Kasihan mobil truk yang mengangkut bahan-bahan sembako, yang tidak bisa lewat karena jalannya rusak,” kata Wempi.

 

Menurut Wempi Wetipo, kontruksi pembangunan jalannya kurang baik, sehingga ketika hujan turun lebat, jalan tersebut mudah rusak apabila dilalui kendaraan dengan bobot berat melebihi kapasitas apalagi kondisi tanah yang tidak berbatu .

 

“Memang jalan ini dibangun dengan aspal. Tetapi tidak dibangun dengan melihat kondisi geografisnya. Itu yang mengakibatkan jalan ini murah rusak. Disini bukan seperti pulau jawa bisa di aspal berlapis-lapis. Kalau disini jalan di aspal lalu rusak, maka jalan itu kembali ke dasarnya,” paparnya.

Pasangahn Calon Gubernur Papua dan Calon Wakil Gubernur Papua,, John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (ISTIMEWA)

Wempi Wetipo berharap Jalan Trans Papua yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan.

 

“Kedepan kita harus berbagi tugas, apa yang dikerjakan pemerintah pusat, apa yang dikerjakan pemerintah provinsi dan kabupaten. Kalau pekerjaan itu kita kerjakan secara sinerg tentunya kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga masyarakat bisa menafaatkan jalan tersebut dengan baik dan mereka merasakan hadirnya pemerintah ditengah mereka. Kan kita bukan hanya sekedar membuat jalan. Tapi bagaimana jalan itu bisa mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Selalu berkoordinasi dalam melakuan kegiatan. Tampak JWW – HMS saat berdiskusi sejenak dalam kegiatan kampanye di Selatan Papua. (ISTIMEWA)

Wempi Wetipo berharap, jalan yang dibangun memiliki kualitas tinggi, sehingga konsentrasi pembangunan tak hanya kepada satu ada dua lokasi saja.

 

“Saya berterima kasih, melihat pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang peduli terhadap pembangunan di Papua, khususnya pembangunan jalan konektivitas antar kabupaten,” ujarnya.

 

Wempi Wetipo menegaskan, apabila terpilih akan membuat kebijakan, agar pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat bisa di imbangi oleh pemerintahan di daerah.

HMS diapit kedua orang tua asal Merauke dalam sebuah kegiatan bersama masayarakat di Selatan Papua. (ISTIMEWA)

Sedangkan Calon wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae lebih memilih blusukan ke Pasar Asiki Distrik jair kabupaten boven digoel, untuk melihat kondisi perekonomian masyarakat d pasar tersebut.

 

Menurutnya, pasar merupakan urat nadi perputaran perekonimian di suatu wilayah. “Melalui pasar ini, masyarakat secara tidak langsung melakukan perputaran uang yang ada di daerah ini,” katanya, di sela belusukan, yang juga menggunakan jalur darat dari Merauke – Boven Digoel.

Calon wakil gubernur nomor urut 2 Dr. Habel Melkias Suwae, S.sos.MM ketikan melakukan blusukan ke pasar pasar Asiki di Distrik Asiki Kabupaten Bovendigoel. Rabu (14/03/2019) pukul 09.00 WIT. (ISTIMEWA)

Habel menegaskan, di  lokasi perputaran perekonomian, pemerintah harus memperhatikan infrastruktur penunjang lainnya, seperti terminal dan lokasi parkir yang memadai.

 

“Kalau ada lahan parkir, pasti masyarakat nyaman berbelanja. Apalagi kalau ada terminal, maka masyarakat bisa mengakses transportasi dengan mudah. Inilah yang menjadi komitmen kami (Red, Pasangan JOSUA), untuk memperhatikan pasar tradisional,” tuturnya. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here