Siapkan Pemandu PON XX 2020, Disorda Gelar Workshop

0
1189
Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)
(indonesiaraya.co.id)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kendati pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 masih 3 tahun lagi, tetapi persiapannya perlu dilakukan sekarang seperti untuk mempersiapkan tenaga pemandu atau volunteer yang akan mendamping kontingen atlit yang datang ke Papua, hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua,  Revo Manangsang, saat membuka “Workshop Kepemudaan 2016” Selasa (6/12) di Grand Abe Hotel.

Dikatakannya, untuk menghasilkan tenaga pemandu atau volunteer yang professional tentunya harus ada pelatihan, dan lewat kegiatan workshop ini diharapkan bisa melahirkan ide-ide baru untuk melahirkan para pemandu yang professional.

“Suksesnya PON XX sukses kita bersama, baik itu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi juga sukses pemberdayaan ekonomi. Dalam hal ini pemerintah tidak bisa jalan sendiri perlu dukungan dari berbagai pihak, baik itu swasta maupun komponen lainnya, termasuk pemuda,” katanya.

Dukungan pemuda untuk sukses penyelenggaraan, lanjutnya, bisa terlibat dalam tenaga pemandu atau volunteer, tetapi harus dilatih dulu, karena seorang pemandu harus mampu menguasai materi dilapangan juga etika bagaimana menghadapi orang yang karakternya berbeda.

“Pemandu itu harus ramah dan sopan juga menguasai lingkungan mulai dari tempat wisata , tempat belanja dan sebagainya. Jadi perlu belajar cara berkomunikasi yang baik,” ungkapnya.

Diakuinya untuk PON 2020 diperlukan sekitar 10.000 pemandu, ini bukan hal yang gampang oleh karena itu perlu disiapkan dari sekarang.
Sementara itu Ketua Panitia Ninik Sulis Handajani mengatakan, sasaran workshop pemuda ini diharapkan, bisa diperoleh pemahaman dan pengetahuan pemuda dan kesiapan keterlibatan pemuda dalam penyelenggaraan PON XX.

“Keluarannya bisa menghasilkan rumusan hasil workshop tentang isu strategi, peranan pemuda dan kesiapan keterlibatan pemuda dalam penyelenggaraan PON XX,” katanya.

Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

Manfaat workshop ini lanjutnya, semakin banyak tokoh pemuda, pimpinan organinisasi pemuda yang memahami dan siap terlibat dalam penyelenggaraan PON XX dan memahami tugas dan tanggung jawab pemandu dalam penyelenggaraan PON XX. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here