Bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. Dimana, kegiatan ini melibatkan PT Aqua Optima sebagai pihak ketiga yang melakukan studi kelayakan selama beberapa bulan di Kabupaten Jayapura. Tampak saat foto bersama Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.  (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten jayapura bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (PD) Baniyau dan PT Aqua Optima (Perusahaan Norwegia) menggelar Seminar Studi Kelayakan Industri Perikanan di Kabupaten Jayapura, Selasa (6/3/2018) siang.

 

Bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. Dimana, kegiatan ini melibatkan PT Aqua Optima sebagai pihak ketiga yang melakukan studi kelayakan selama beberapa bulan di Kabupaten Jayapura.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, yang sekaligus membuka acara, juga hadir Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DP) Kabupaten Jayapura Ir. Rudy A. Saragih, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, Perusda Baniyau dan PT Aqua Optima.

PELABUHAN DEPAPRE, KEBANGGAAN MASYARAKAT TANAH MERAH, NAMUN KINI ALAMI KEDANGKALAN, SEMOGA PEMERINTAH BISA MELIHAT HAL INI. Akses Perikanan yang butuh perhatian, (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Kita masih ada dan terus berjuang untuk satu usaha atau rencana besar untuk masyarakat kita di pesisir Kabupaten Jayapura dengan usaha perikanan. Kita juga sudah melakukan persiapan-persiapan yang sangat panjang dengan masyarakat dan juga melakukan kunjungan-kunjungan guna melihat kerjasama ini baik dengan pemerintah pusat. Tapi, juga kita mendatangi perusahaan Aqua Optima di Norwegia,” kata Bupati Mathius dalam sambutannya.
Menurutnya, kerjasama ini sudah menghabiskan banyak energi dan waktu untuk bagaimana perikanan ini bisa berjalan secara maksimal. “Dikarenakan kerjasama ini dengan pihak luar dengan investasi besar, maka perlu banyak hal yang kita harus persiapkan dan kita juga harus diskusikan menjadi satu pemahaman dengan pihak-pihak yang terlibat,” tuturnya.

“Studi kelayakan inikan yang dulu kerjasama dengan perusahaan Aqua Optima dari Norwegia, untuk budidaya perikanan di wilayah pesisir laut. Mungkin karena Pilkada yang cukup lama kurang lebih hampir dua tahun, mereka juga sedang melakukan studi kelayakan yang serius dan hasilnya mereka akan presentasikan. Setelah itu, mereka sudah mulai langsung action di lapangan untuk persiapan-persiapan,” tukas Mathius Awoitauw.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir Rudy A. Saragih menyampaikan, bahwa kegiatan seminras studi kelayakan industri perikanan ini merupakan salah satu aktualisasi dari RPJMD Kabupaten Jayapura, yaitu menjadi Kabupaten Jayapura sebagai kawasan industri Perikanan terpadu.

Rumah Panggung di Pinggiran Danau Sentani. Perikanan Danau Juga Perlu Perhatian. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

“Jadi, setelah studi kelayakan ini selesai maka selanjutnya akan disusun master plan rencana pembangunan kawasan industri perikanan terpadu, tentu kita berharap tahun 2018 ini sudah ada aksi di lapangan dan berdasarkan hasil studi kelayakan tadi (kemarin) bahwa berdasarkan potensi sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Jayapura itu sudah sangat layak sekali,” ujar Rudy Saragih. (Irfan /  Koran Harian Pagi Papua)