Kado HUT Kota Jayapura, Pasar Mama – Mama Papua Siap Diresmikan 7 Maret 2018

0
615
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM , Saat melihat kondisi terakhir pasar yang baru. (Elsye Sanyi/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Wali Kota Jayapura,  Dr Benhur Tomi Mano, MM menanggapi demonstrasi yang kerap dilakukan mama-mama pedagang asli Papua, dirinya menegaskan atas kesepakatan dengan Kementrian BUMN dan Perum Damri, pasar akan diresmikan pada 7 Maret 2018.

“Saya tegaskan bersama Kementrian BUMN dan Perum Damri yang disetujui bahwa tanggal 7 Maret 2018 sudah diresmikan pasca upacara bendera HUT Kota Jayapura di lapangan Lantamal X,”katanya pasca meninjau Pasar Mama-Mama Papua, Selasa 27 Februari 2018.

Wali Kota menambahkan bahwa sebanyak 44 BUMN yang turut dalam pembangunan pasar agar menyerahkan aset tanah terutama bangunan kepada Perum Damri.

Kemudian, melalui Perum Damri diteruskan penyerahannya kepada Pemkot Jayapura, untuk penggunaan tanah bangunan dan pengeolaan pasar. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh DPRD Papua, PT Telkom, dan Perum Damri Papua, serta instansi terkait.

“Pasar ini segera dibuka dan saya tidak mau terima lagi pendemo mama-mama yang menuntut kapan dibukanya tempat ini karena jelas pada HUT Kota Jayapura nanti akan diresmikan untuk siap dioperasikan,”katanya.

Mengenai beberapa aspek pengaturan seperti pengaturan penempatan mama-mama, kebersihan, keamanan, biaya operasional untuk pencahayaan dan air bersih, serta hal lain akan ditangani langsung oleh Pemerintah Kota Jayapura. Pada peresmian nanti yang dihadiri Kementrian BUMN, Direktur Utama Perum Damri dan pihak-pihak lain, serta saksi MoU secara resmi aset pasar mama-mama akan dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Ilustrasi Situasi Transaksi Jual Beli di Lokasi Pasar Mama – Mama Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura. (ksp.go.id)

Wali Kota juga akan perintahkan Disperindagkop sebagai penaggung jawab pasar mama-mama untuk membentuk Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Pasar.

“Kepada Kadisperindagkop saya minta untuk menunjuk petugas UPTD yang jujur dan terpercaya dalam memabantu mengelola dan mengangani segala sesuatu di pasar ini,” katanya.
Bangunan yang terdiri dari empat lantai tersebut pada lantai satu diperuntukkan bagi penjual ikan asar dan daging.

Kemudian, lantai dua diperuntukkan bagi penjual sayur atau kebutuhan pokok non daging. Pada lantai tiga, akan digunakan sebagai sentra kerajinan khas Port Numbay dan food corner atau warung-warung. Pada lantai terakhir merupakan office dari Pasar Mama-Mama Papua dan tempat pelatihan, serta ruang pers bagi media.(Humas Kota Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here